Sambar.id, JAMBI |
Tanjung Jabung Timur – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Jambi di depan Kantor Bupati Tanjung Jabung Timur berakhir tanpa hasil pada. Massa gagal menemui Bupati Tanjung Jabung Timur untuk menyampaikan tuntutan terkait dugaan ketidakberesan proyek pengadaan kapal nelayan.
Massa menuntut transparansi mengenai perubahan spesifikasi pengadaan kapal nelayan dari kapasitas 10 GT menjadi 16 GT. Namun, hingga unjuk rasa berakhir, kepala daerah tidak muncul di hadapan publik.
Kronologi dan Tuntutan Massa
Sejak pagi, puluhan peserta aksi telah berkumpul di depan kantor bupati guna meminta klarifikasi langsung. Tuntutan utama mereka adalah penjelasan terbuka mengenai dasar perubahan spesifikasi teknis kapal yang dinilai janggal.
Alih-alih bertemu bupati, massa hanya diterima oleh jajaran pejabat daerah. Asisten I Setda, Staf Ahli, dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait hadir menemui pengunjuk rasa di lapangan.
"Kami datang secara resmi dan terbuka, tetapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak menghargai kami dengan pertemuan langsung bersama Bupati," ujar koordinator aksi saat berorasi di lokasi.
Ancaman Aksi Susulan yang Lebih Besar
Ketidakhadiran bupati memicu kekecewaan mendalam dari para peserta aksi. Massa menilai sikap diam pemerintah daerah sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi publik.
Ketua Umum AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, SP, menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah lebih tegas. Ia memastikan akan menggalang kekuatan yang lebih luas untuk menekan pemerintah daerah agar bersikap transparan.
"Kami akan kembali dengan massa yang lebih besar dalam waktu dekat. Persoalan ini belum selesai," tegas Erfan kepada awak media.
Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga berita ini ditayangkan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan ketidakhadiran bupati. Pihak OPD yang menemui massa juga belum memberikan jawaban mendetail terkait substansi tuntutan perubahan spesifikasi kapal nelayan tersebut.
Peserta aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib, meskipun mereka mengancam akan segera menggelar aksi lanjutan dengan eskalasi massa yang lebih masif.
Narasumber; Erpan/Tim
Pewarta: Apriandi Tj
(sbr_id/Red)






.jpg)



