Sambar.id Papua || Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia, Kabupaten Raja Ampat tidak hanya menarik bagi wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara. Di balik daya tarik tersebut, ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai menjadi kebutuhan penting yang perlu terus diperkuat.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pemerataan layanan kesehatan hingga ke daerah, termasuk di kawasan destinasi wisata, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau gedung baru RSUD Raja Ampat, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Waisai, Kabupaten Raja Ampat, pada Rabu (22/04/2026), guna memastikan kesiapan dan kelengkapan fasilitas yang tersedia.
Usai mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih, Wapres melanjutkan agenda dengan melihat langsung kondisi rumah sakit yang menjadi rujukan utama di wilayah tersebut.
“Jadi, [kebutuhan] yang saya sampaikan secara terperinci itu adalah bed kamar operasi, kemudian lampu kamar operasi, set laparatomi, kemudian MRI, kemudian penambahan tempat tidur pasien, kemudian jaringan, jaringan komunikasi. Itu yang saya sampaikan,” ungkap Direktur RSUD Raja Ampat, Meady Maspaitela usai peninjauan.
Meski masih terdapat kekurangan peralatan, Meady memaparkan kepada Wapres bahwa gedung baru rumah sakit ini hampir siap untuk dioperasikan sebagai satu-satunya rumah sakit tipe C di pulau terbesar Kabupaten Raja Ampat.
“Gedung baru rumah sakit ini sudah hampir selesai, Pak. Peletakan batu pertama dimulai pada 16 Mei 2025, dan sekarang sudah hampir siap 100 persen,” terang Meady.
Kebutuhan penguatan fasilitas kesehatan di Raja Ampat semakin mendesak mengingat RSUD ini melayani masyarakat dari 124 kampung dan menjadi rujukan bagi 24 puskesmas. Selain itu, rumah sakit juga melayani wisatawan yang berkunjung. Sejak berdiri pada 2009 hingga April 2026, RSUD Raja Ampat telah mencatat 17.303 kunjungan wisatawan, termasuk 23 pasien mancanegara dengan 1 tindakan operasi.
Usai menyimak penjelasan tersebut, Wapres meninjau kesiapan sejumlah fasilitas, mulai dari ruang perawatan, cathlab, ICU, hingga NICU, guna memastikan layanan dapat berjalan optimal.
Melalui peninjauan ini, pemerintah terus mendorong penguatan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan pengembangan wilayah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas, baik oleh masyarakat maupun sektor-sektor strategis seperti pariwisata.
Mendampingi Wapres dalam peninjauan ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat Engelbert M.S. Wader, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, dan Staf Khusus Wapres Tina Talisa.
Raja Ampat, 22 April 2026
Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Wakil Presiden







.jpg)



