Sambar.id Seluma || Menyikapi beredarnya informasi viral di media sosial terkait dugaan tindakan bullying terhadap seorang siswa sekolah dasar berinisial AMA, jajaran Sat Reskrim Polres Seluma bergerak cepat melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Jumat (10/04/26)
Kegiatan pulbaket dilaksanakan di Kelurahan Pajar Bulan dan Desa Pinju Layang, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma. Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Reskrim turut didampingi oleh pihak UPTD PPA dari Dinas P3APPKB Kabupaten Seluma.
Pulbaket difokuskan pada klarifikasi terhadap sejumlah pihak terkait, termasuk orang tua siswa, pihak sekolah, guru, serta beberapa siswa yang merupakan teman sekelas yang bersangkutan.
Dari hasil pengumpulan keterangan, diketahui bahwa siswa berninisial AMA merupakan murid kelas 3 SDN 02 Seluma yang selama ini mengikuti pembelajaran secara terpisah di ruang khusus, dikarenakan mengalami kesulitan dalam membaca dan berhitung serta memiliki perilaku yang dinilai berbeda dibandingkan siswa lainnya.
Berdasarkan keterangan orang tua, anak tersebut memang memiliki riwayat sering berkelahi dan mengalami kendala dalam mengikuti proses belajar mengajar. Orang tua juga mengungkapkan adanya ketidakpuasan terhadap perlakuan pihak sekolah, yang dinilai kurang responsif saat anaknya mengalami konflik dengan siswa lain.
Sementara itu, dari keterangan pihak sekolah dan guru, dijelaskan bahwa metode pembelajaran khusus yang diberikan kepada Andrio merupakan upaya untuk membantu meningkatkan kemampuan dasar siswa. Pihak sekolah juga membantah adanya tindakan kekerasan maupun perundungan (bullying) terhadap siswa yang bersangkutan.
Dari hasil keseluruhan pulbaket, disimpulkan bahwa belum ditemukan bukti atau petunjuk kuat adanya tindakan bullying terhadap siswa AMA oleh pihak sekolah maupun pihak lainnya.
Permasalahan yang muncul lebih disebabkan oleh persepsi dan ketidakpuasan orang tua terhadap metode penanganan dan komunikasi dari pihak sekolah.Ketidakhadiran siswa di sekolah lebih dipengaruhi oleh rasa takut terhadap proses pembelajaran, bukan akibat tekanan psikis dari tindakan yang tidak wajar.
Polres Seluma menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi serta memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara profesional, objektif, dan berdasarkan fakta di lapangan.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi di media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Kasat Reskrim Polres Seluma, AKP Panji Nugraha, S.T.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah penyelidikan secara profesional dan objektif guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat.“Kami memastikan bahwa proses penanganan dilakukan secara transparan dan berdasarkan keterangan dari seluruh pihak terkait dan fakta dilapangan.
Dari hasil pulbaket yang telah dilakukan, tidak ditemukan adanya unsur bullying sebagaimana yang beredar di media sosial. Namun demikian, kami tetap mengimbau semua pihak, baik orang tua maupun pihak sekolah, untuk mengedepankan komunikasi yang baik demi kepentingan terbaik bagi anak,” ujarnya.






.jpg)



