Redaksi - Sambar.id | Senin, 04 Mei 2026 13:18 WIB
Bupati Majalengka Eman Suherman (tengah) meninjau bantuan traktor biru di Kantor DKP3, Senin (4/5/2026). (Foto:
Istimewa)
MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka terus memperkuat sektor agraris sebagai pilar
ekonomi daerah. Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyerahkan secara simbolis bantuan 69
unit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani di halaman Kantor Dinas
Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Senin (4/5/2026).
Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian ini diberikan sebagai langkah strategis
pemerintah daerah dalam mempercepat masa tanam kedua (MT II) di tengah kondisi cuaca yang
mulai memasuki musim kemarau, sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman menyampaikan bahwa sektor pertanian Majalengka
saat ini menunjukkan kinerja yang sangat positif. Bahkan, produksi padi mampu mencatatkan
surplus beras hingga 660 ribu ton.
"Alhamdulillah, produktivitas pertanian kita terus meningkat. Dengan adanya bantuan
alsintan ini, kita harapkan proses olah tanah dan tanam bisa lebih cepat, sehingga target
produksi tetap terjaga," ujar Eman Suherman.
Bupati menegaskan bahwa distribusi alsintan dilakukan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik
wilayah, agar pemanfaatannya benar-benar optimal di lapangan. Namun, ia juga memberikan
peringatan keras kepada seluruh penerima bantuan agar menjaga alat tersebut.
"Saya tegaskan, alat ini tidak boleh dijual atau digadaikan. Ini adalah amanah untuk kepentingan
bersama. Jika ada yang menyalahgunakan, akan kami tarik kembali dan diberikan sanksi sesuai
aturan," tegas Bupati.
Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman menyampaikan bahwa pihaknya akan
melakukan pendampingan intensif. "Kami akan menugaskan penyuluh pertanian lapangan (PPL)
untuk melakukan pendampingan teknis kepada kelompok tani penerima, mulai dari
pengoperasian hingga perawatan alsintan," jelasnya.
Rincian bantuan yang disalurkan meliputi 5 unit traktor roda empat, 34 unit traktor roda dua, 7
unit pompa air guna mengantisipasi kekeringan, 20 unit hand sprayer, dan 3 unit excavator.
Ketua kelompok tani, Sumarna, mengaku sangat terbantu. "Biasanya kami harus antre sewa
traktor sampai berminggu-minggu. Sekarang dengan adanya bantuan ini, kami bisa langsung
mengolah lahan dan mengejar waktu tanam," ungkapnya.






.jpg)



