Demi Lindungi Kelompok Rentan, Rutan Baturaja Perketat Pengawasan Medis bagi Warga Binaan Lansia dan Penderita Penyakit Kronis


SAMBAR.ID | BATURAJA – Guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja memperketat pengawasan dan pelayanan medis khusus bagi warga binaan lansia maupun mereka yang menderita penyakit kronis. Program pemantauan kesehatan secara intensif ini dilaksanakan rutin oleh tim medis Klinik Pratama Rutan Baturaja, Sabtu (30/05/2026).

 

Langkah strategis yang digawangi langsung oleh tenaga medis internal ini dirancang sebagai bentuk deteksi dini sekaligus upaya preventif untuk mencegah penyebaran penyakit menular maupun memburuknya kondisi kesehatan warga binaan yang tergolong rentan.

Kepala Rutan Kelas IIB Baturaja, Fitri Yady, menegaskan bahwa status sebagai warga binaan tidak serta-merta menggugurkan hak seseorang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan manusiawi. Menurutnya, pemenuhan fasilitas dan perawatan kesehatan merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dipenuhi oleh negara.

 

"Warga binaan yang sudah berusia lanjut secara alamiah memiliki sistem imunitas atau kekebalan tubuh yang jauh lebih rendah dibandingkan warga binaan usia produktif. Oleh karena itu, kami menerapkan strategi 'jemput bola'. Petugas medis kami yang aktif bergerak, melakukan pemantauan rutin mulai dari kunjungan langsung ke blok-blok hunian hingga pelayanan di klinik. Ini adalah standar pelayanan operasional yang wajib dan mutlak kami jalankan," tegas Fitri Yady.

Dalam rangkaian pelayanan tersebut, tim medis tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik dan pemantauan tanda-tanda vital, tetapi juga memberikan bimbingan psikologis singkat atau konseling ringkas. Pendekatan ini dilakukan guna membangun motivasi serta menjaga kondisi psikologis warga binaan agar tetap optimis, tidak stres, dan disiplin dalam menjaga pola hidup sehat selama berada di dalam lingkungan Rutan.

 

Kehadiran tenaga medis profesional yang memeriksa mereka secara berkala memberikan rasa aman dan nyaman tersendiri. Kini, kelompok rentan tersebut mendapatkan perawatan serta pemantauan yang memadai secara preventif, tanpa harus menunggu kondisi tubuh menurun atau jatuh sakit terlebih dahulu untuk mendapatkan penanganan medis.

 


(Sumber : Humas Rubaraja) 

(Editor : Amel)

Lebih baru Lebih lama