SAMBAR.ID, BULUKUMBA — Tidak ada panggung megah, tidak pula gemerlap seremoni berlebihan. Namun dari kesederhanaan itulah, makna justru menemukan ruangnya.
Dukungan terhadap arah tersebut juga datang dari Pimpinan Redaksi Sambar.id, Dr. Muhammad Nur, SH., S.Pd., MH. Ia menyambut positif peringatan yang berlangsung sederhana namun sarat makna ini sebagai bentuk kedekatan media dengan rakyat.
“Kesederhanaan ini adalah pesan. Bahwa Sambar.id tidak dibangun di atas kemewahan, tetapi di atas kejujuran, keberanian, dan keberpihakan pada kebenaran. Kami akan terus menjaga marwah itu,” tegasnya.
Sementara itu, jurnalis sekaligus penggerak Sambar.id, Dzoel SB, mengungkapkan bahwa peringatan Hari Jadi ke-4 ini tidak hanya terpusat di satu lokasi, melainkan menjadi gerakan bersama seluruh jaringan Sambar.id di berbagai daerah.
Menurutnya, kegiatan ini melibatkan seluruh biro dan kepala perwakilan wilayah (kaperwil) dari Sabang sampai Merauke, yang akan digelar diwilayahnya masing masing secara bergantian hingga akhir Mei 2026, kini dimulai di Kabupaten Bulukumba sebab kabironya berdomisili di Desa Lembang, Kecamatan Kajang untuk titik awal dimulainya perayaan sederhanan oleh kabiro dan kabiro maupun kaperwil tersebar akan menyusul.
“Ini bukan sekadar perayaan, tapi gerakan kebersamaan. Kami ingin setiap biro menggelar kegiatan di daerahnya masing-masing, agar seluruh rekan di Sambar.id merasa memiliki dan menjadi bagian dari perjalanan ini,” ungkap Dzoel.
Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan membersamai perjalanan Sambar.id selama empat tahun terakhir.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak tanpa terkecuali—rekan-rekan jurnalis, mitra, narasumber, serta masyarakat yang terus memberi kepercayaan. Tanpa itu semua, Sambar ID tidak akan sampai pada titik ini,” tuturnya.
Ia menegaskan, konsep sederhana yang diusung bukan tanpa alasan. Justru dari kesederhanaan itu lahir kedekatan, solidaritas, dan rasa tanggung jawab kolektif dalam membangun media yang berakar kuat di tengah masyarakat.
Senada dengan itu, Kamaruddin Karaeng Jonjong menekankan pentingnya media sebagai pilar pengawasan sosial. Ia berharap Sambar.id tetap konsisten dalam mengawal kebijakan publik agar berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi.
“Media seperti Sambar.id harus menjadi mata dan telinga rakyat—berani, jujur, dan tidak tunduk pada tekanan,” ujarnya.
Momentum ini juga diisi dengan diskusi ringan yang membahas peran media lokal di tengah dinamika digitalisasi dan tantangan disinformasi.
Dari obrolan sederhana itu, lahir komitmen bersama: menjaga solidaritas, memperkuat jejaring, dan terus mengabdi melalui karya jurnalistik yang mencerahkan.
Di usia keempatnya, Sambar.id tidak hanya merayakan perjalanan, tetapi juga meneguhkan arah. Bahwa di tengah dunia yang kian riuh, suara yang jernih dan berintegritas tetap dibutuhkan.
Dari Lembang Kajang, pesan itu bergema—pelan, namun pasti: Sambar.id akan terus berdiri, tidak sekadar mengabarkan, tetapi juga menjaga nurani negeri.
(*)









.jpg)



