LMP Sulsel Instruksikan Pengawasan Ketat SPMB 2026 Tingkat SD, SMP hingga SMA


SAMBAR.ID, MAKASSAR –
Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Sulawesi Selatan, Taufik Hidayat, menginstruksikan seluruh jajaran pengurus LMP Sulsel untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di seluruh jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA.


Instruksi tersebut ditegaskan sebagai bentuk komitmen menjaga transparansi, objektivitas, dan keadilan dalam proses penerimaan peserta didik baru di Sulawesi Selatan.


Menurut Taufik Hidayat, pengawasan masyarakat sangat penting agar pelaksanaan SPMB tidak tercoreng praktik titipan, pungutan liar, manipulasi data domisili, maupun penyalahgunaan kewenangan yang merugikan calon siswa dan orang tua.


“SPMB adalah pintu awal masa depan pendidikan anak-anak kita. Karena itu, seluruh pengurus LMP Sulsel diminta aktif melakukan pengawasan di lapangan agar proses berjalan jujur, transparan, dan sesuai aturan,” tegas Taufik Hidayat.


Ia menekankan, pengawasan dilakukan secara elegan, objektif, dan konstruktif dengan tetap mengedepankan koordinasi bersama pemerintah daerah, dinas pendidikan, serta pihak sekolah.


Selain itu, Taufik juga meminta seluruh kader LMP Sulsel membuka ruang pengaduan masyarakat apabila ditemukan dugaan pelanggaran selama tahapan SPMB berlangsung. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan proses penerimaan siswa baru yang bersih, adil, dan bebas intervensi.


Lebih jauh, Taufik Hidayat berharap dunia pendidikan di Sulawesi Selatan terus mengalami kemajuan dengan mengedepankan kualitas, pemerataan akses, serta integritas dalam tata kelola pendidikan. 


Menurutnya, pendidikan harus menjadi instrumen utama dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.


Secara khusus, ia berharap Kota Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan dapat menjadi barometer pendidikan yang bersih, modern, dan berprestasi.


Ia menilai seluruh elemen, mulai dari pemerintah, sekolah, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat, harus bersinergi untuk mewujudkan sistem pendidikan yang berkualitas dan bebas dari praktik-praktik yang mencederai rasa keadilan.


“Harapan kami, Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, mampu menjadi contoh penyelenggaraan pendidikan yang transparan, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan peserta didik. Pendidikan yang baik akan melahirkan generasi yang kuat untuk membangun daerah dan bangsa,” pungkasnya. (*)

Lebih baru Lebih lama