Sambar.id, Pekanbaru - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bio Solar kembali menghantui warga Kota Pekanbaru, Riau. Antrean panjang kendaraan mengular di sejumlah SPBU, salah satunya di Jalan HR Soebrantas, yang menyebabkan keresahan bagi para pengguna jalan dan pengemudi angkutan logistik, Jumat (1/5/2026).
Berdasarkan pantauan tim redaksi di lapangan, deretan truk pengangkut barang tampak memadati bahu jalan sejak pagi hari. Para sopir terpaksa memarkirkan kendaraan mereka berjam-jam demi mendapatkan jatah solar yang kian sulit ditemukan.
Jeritan Sopir: Dua Hari Menanti Solar
Salah seorang sopir truk yang terjebak dalam antrean, membagikan keluh kesahnya. Ia mengaku aktivitas distribusinya lumpuh total akibat ketiadaan stok BBM di tangki kendaraannya.
"Kami sudah dua hari mengantre di sini, Bang, tapi belum juga dapat solar. Susah sekali sekarang," ungkap sumber tersebut kepada awak media di lokasi, Jumat (1/5).
Dugaan Praktik Mafia BBM
Kelangkaan ini diduga bukan sekadar masalah keterlambatan distribusi dari pihak Pertamina. Menurut keterangan para sopir, ada indikasi kuat keterlibatan mafia BBM yang sengaja melakukan penimbunan secara ilegal.
"Hal tersebut dikarenakan banyaknya kelompok mafia yang mengumpulkan Bio Solar untuk dijual kembali ke wilayah pedalaman dan pihak pengusaha dengan harga tinggi," tambah sumber yang sama.
Desakan kepada Kapolda Riau
Masyarakat dan para pelaku usaha transportasi kini menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum. Mereka meminta Kepolisian Daerah (Polda) Riau untuk turun tangan melakukan investigasi menyeluruh di lapangan.
Warga mendesak Kapolda Riau agar meningkatkan pengawasan dan menindak tegas para mafia penimbun BBM. Tindakan represif dinilai perlu segera dilakukan demi menjamin ketersediaan solar bagi masyarakat yang sangat membutuhkan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di wilayah Riau.
Laporan:Tim Jurnalis (Legiman)
Sumber: Konfirmasi







.jpg)



