Dua Tahun Kepemimpinan Buol: Antara Bayang-Bayang Utang dan Realisasi Pembangunan

CAPTION : Menjelang dua tahun masa kepemimpinan Bupati Risharyudi Triwibowo dan Wakil Bupati Buol/F-IST 


SAMBAR.ID, Buol, Opini - Menjelang dua tahun masa kepemimpinan Bupati Risharyudi Triwibowo dan Wakil Bupati Buol, arah pembangunan daerah kembali menjadi sorotan hangat. Di tengah gelontoran anggaran yang cukup besar, publik mulai mempertanyakan efektivitas program kerja yang telah dijalankan.


Kritik salah satunya mencuat dari unggahan akun Facebook milik Rudy Loi. Dalam sorotannya, program-program seperti 'Buol Terang', pengadaan serta sewa kendaraan dinas, hingga sejumlah proyek infrastruktur dinilai masih minim asas manfaat. 


Sebagian kalangan menilai, beberapa proyek pemda lebih menonjol pada aspek seremonial dan peletakan batu pertama, ketimbang dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


Tantangan Fiskal dan Bayang-Bayang Utang


Di sisi lain, tantangan berat memang sedang menghantam postur keuangan daerah. Pemerintah Kabupaten Buol saat ini harus memikul beban utang dari tahun-tahun sebelumnya yang nilainya fantastis, mencapai puluhan miliar rupiah.


Jika kewajiban masa lalu ini dipaksakan selesai menggunakan APBD 2026, maka ruang fiskal daerah dipastikan akan semakin terjepit. Kondisi dilematis ini dikhawatirkan dapat mengancam pemenuhan hak-hak mendasar dan pelayanan publik. 


Mulai dari pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN, Alokasi Dana Desa (ADD), iuran BPJS Kesehatan, hingga pembiayaan pelayanan dasar masyarakat terancam tersendat.


Menanggapi situasi ini, sejumlah pengamat mengingatkan Pemda Buol untuk segera mengambil langkah strategis demi menjaga kesehatan fiskal. 


Transparansi anggaran, ketepatan skala prioritas, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci utama agar Buol tidak terperosok ke dalam krisis keuangan yang lebih dalam.


Pertanyaan besarnya: 


Mampukah Pemda Buol menyeimbangkan antara melunasi warisan utang masa lalu dengan mendanai pembangunan masa depan? Ataukah tekanan fiskal ini justru akan menyandera APBD di tahun-tahun mendatang dan meninggalkan beban bagi generasi berikutnya?


Pembelaan Warga: Pembangunan Sudah Mulai Terlihat


Meski dihujani kritik, gelombang pembelaan dan apresiasi juga mengalir dari masyarakat. Sejumlah warga menilai pembangunan di bawah komando Bupati Risharyudi Triwibowo selama dua tahun ini justru sudah mulai menunjukkan progres nyata.


Seorang warga saat ditemui media ini pada Sabtu (13/06/2026), membeberkan sejumlah proyek yang telah berhasil direalisasikan. Di antaranya adalah pembangunan Kampus Diklat Universitas Tadulako (Untad), Gedung Laboratorium Dinas Kesehatan, rehabilitasi massal gedung SD dan SMP, serta rekonstruksi jalan yang saat ini tengah digenjot menuju Desa Lokodidi, Kecamatan Gadung.


Tak hanya itu, Program Buol Terang yang sempat dikritik, justru diklaim membawa dampak positif instan bagi warga.


"Dulu banyak ruas jalan yang gelap gulita, sekarang sudah terang benderang. Kami sangat bersyukur dengan adanya Program Buol Terang karena manfaatnya langsung kami rasakan," ungkap sumber tersebut.


Menurutnya, kritik terhadap jalannya pemerintahan adalah hal yang wajar dan sehat dalam iklim demokrasi. Namun, ia berharap masyarakat juga bisa melihat capaian pembangunan ini secara objektif dan berimbang.***


Source : Tinombala.com

Lebih baru Lebih lama