Sambar.id, JATIM |
Tulungagung - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti rombongan jamaah Majelis Dzikir Subulussalam Assyadziliyah, Kampung Selang Cau, Kelurahan Wanasari, Cibitung, Bekasi, saat menghadiri rangkaian acara Haul ke-57 Guru Besar Hadratussyaikh KH. Mustaqim bin Husein, pengasuh Ponpes Pesulukan Tulung Agung (PETA).
Di sela-sela kegiatan, rombongan jamaah yang dipimpin oleh Ibu Nyai (istri mendiang KH. Ahmad Zaelani) menyempatkan diri menggelar sesi ramah tamah bersama keluarga dan jamaah di Pantai Indah Popo, Jawa Timur, Minggu (21/6/2026).
Ibu Nyai tampak hadir didampingi putra dan putrinya di tengah para jama'ah. Kehadiran mereka di lokasi tersebut merupakan wujud nyata dalam menjaga silaturahmi serta komitmen jamaah untuk terus berkhidmat kepada para guru.
Salah satu jamaah mengungkapkan bahwa agenda tahunan ini merupakan bentuk ketaatan jamaah dalam menjalankan perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meneruskan perjuangan para guru dalam mendawamkan (melanggengkan) dzikir kepada Allah di dalam hati.
"Kami hadir setiap tahun demi menjalankan perintah Allah, perintah Rasul, dan jariyah para guru. Kami ingin terus meneruskan perjuangan guru untuk selalu mendawamkan dzikirullah dalam hati," ujar salah satu perwakilan jamaah di lokasi.
Puncak rangkaian acara Haul ke-57 KH. Mustaqim bin Husein rencananya akan dilaksanakan pada Minggu malam (21/6/2026).
Rombongan jamaah asal Bekasi ini mengaku antusias mengikuti rangkaian haul. Mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan keberkahan serta memperkuat semangat mereka dalam mengamalkan dzikir sesuai dengan ajaran yang telah diwariskan. Peringatan haul yang sarat akan nilai spiritualitas Thariqah Syadziliyah wa Naqsyabandiyah tersebut.
Sumber: Keluarga Besar Jama'ah Majlis Dzikir Subulussalam Assyadziliyah, Wanasari, Cibitung
Bekasi, Minggu 21 Juni 2026
Dikutip oleh: Ahmad Rifai









.jpg)



