Sambar.id, JAMBI |
Tanjung Jabung Barat – Mayoritas petani pinang di Parit Ilahi RT 08, Desa Lumahan, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, mengeluhkan rendahnya harga komoditas pinang yang dinilai belum mampu menopang kebutuhan ekonomi keluarga.
Keluhan tersebut semakin diperparah dengan belum terealisasinya program normalisasi parit di kawasan perkebunan yang selama ini menjadi penunjang utama aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Sebagian besar warga di Parit Ilahi menggantungkan mata pencaharian dari sektor perkebunan pinang. Komoditas tersebut menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak keluarga di wilayah tersebut.
Namun, para petani mengaku hasil penjualan pinang saat ini belum memberikan keuntungan yang memadai. Pendapatan yang diperoleh dinilai tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan pokok dan biaya hidup sehari-hari.
"Kami sangat mengeluh dengan kondisi sekarang. Harga pinang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara harga barang-barang kebutuhan terus meningkat," ujar salah seorang petani yang ditemui di Parit Ilahi, Selasa (16/6/2026).
Selain persoalan harga, para petani juga menyoroti kondisi infrastruktur pertanian, khususnya sistem drainase atau parit yang hingga kini belum mendapatkan normalisasi secara optimal.
Menurut warga, parit memiliki peran penting dalam mengatur tata air di kawasan perkebunan. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat mengganggu produktivitas lahan dan berdampak pada hasil panen.
Beberapa saluran parit dilaporkan mengalami pendangkalan dan penyumbatan akibat sedimentasi yang terjadi dalam waktu cukup lama.
Kondisi itu membuat masyarakat khawatir terhadap keberlangsungan sektor perkebunan yang selama ini menjadi penopang perekonomian desa.
Warga menilai program normalisasi parit seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut kepentingan banyak petani dan keberlanjutan produksi komoditas pertanian.
Masyarakat juga berharap adanya perhatian dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terhadap persoalan yang mereka hadapi.
Menurut warga, normalisasi parit yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan akan memberikan dampak positif bagi sistem pengairan dan produktivitas perkebunan.
Selain itu, perbaikan infrastruktur pertanian diyakini dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di wilayah Parit Ilahi dan sekitarnya.
"Kami sangat berharap ada langkah nyata dari pemerintah. Kami hanya ingin parit diperbaiki dan kondisi pertanian kami diperhatikan," kata seorang warga lainnya.
Masyarakat berharap aspirasi mereka tidak hanya menjadi catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan yang menyentuh kebutuhan petani di lapangan.
Di sisi lain, warga juga menginginkan adanya perhatian terhadap stabilitas harga komoditas pinang agar petani memperoleh nilai jual yang lebih baik dan mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Para petani menegaskan bahwa sektor perkebunan merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat pedesaan yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang berpihak kepada petani.
Hingga berita ini ditulis, masyarakat Parit Ilahi RT 08, Desa Lumahan, masih menantikan realisasi program normalisasi parit dan perhatian dari instansi terkait terhadap kondisi yang mereka hadapi.
Warga berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan peninjauan lapangan guna melihat secara langsung kondisi perkebunan dan infrastruktur pertanian di wilayah tersebut.
Masyarakat optimistis bahwa melalui sinergi antara petani dan pemerintah, persoalan rendahnya harga komoditas serta kebutuhan normalisasi parit dapat dicarikan solusi demi meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Lumahan, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.
Jurnalis: Apriandi
Media: Sambar.id








.jpg)



