SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Kerusakan yang terjadi di kawasan pembangunan Palu Water Front City dan Kolam Retensi di Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Baru, Kota Palu, akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 pada 16 Juni 2026, kini telah rampung diperbaiki.
Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III bergerak cepat (Gercep) melakukan perbaikan terhadap sejumlah bagian infrastruktur yang mengalami kerusakan. Seluruh pekerjaan rehabilitasi dan pemeliharaan kini telah mencapai 100 persen.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BWSS III, Hazim, mengatakan seluruh kerusakan pascagempa telah selesai ditangani karena masih berada dalam masa pemeliharaan oleh penyedia jasa.
"Untuk kerusakan pascagempa sudah diperbaiki dan seluruh pekerjaan telah selesai. Karena proyek ini masih dalam masa pemeliharaan oleh penyedia jasa, dalam hal ini pihak ketiga yakni PT SMS," ujar Hazim saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (31/7/2026).
Terkait rencana peresmian kawasan tersebut, Hazim mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi dari Pemerintah Kota Palu. Menurutnya, proses penyerahan aset kepada pemerintah daerah akan dilakukan secara bertahap.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan serta tidak merusak fasilitas yang telah dibangun, mengingat kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu ikon baru Kota Palu.
"Kami mengajak seluruh warga untuk menjaga kebersihan dan tidak merusak infrastruktur yang telah dibangun. Kawasan ini nantinya akan menjadi salah satu ikon baru Kota Palu," katanya.
Diketahui, proyek strategis yang berada di bawah kendali BWSS III Sulawesi Tengah tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Kawasan Palu Water Front City dirancang sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana pascagempa dan tsunami 2018 melalui pembangunan sistem tanggul sungai dan tanggul pantai (River Dike dan Coastal Dike).
Keberadaan kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan perlindungan terhadap wilayah pesisir Kota Palu dari potensi bencana di masa mendatang, sekaligus menghadirkan ruang publik yang aman dan representatif bagi masyarakat.**/Red.











