SAMBAR.ID | BANDUNG – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pelestarian seni budaya tradisional Indonesia. Piar Pratama, S.H., yang juga dikenal dengan gelar adat Raden Anom Pager Kancana Ke-V, sukses meraih penghargaan bergengsi dari lembaga internasional, International Forum For Appreciation Of Traditional Arts And Culture (IFATAC).
Penghargaan tersebut dianugerahkan kepada Piar Pratama dalam kategori Young Figure Preserving The Traditional Art and Culture of Pencak Silat atau Sosok Muda Pelestari Seni dan Budaya Tradisional Pencak Silat. Piagam penghargaan ini ditandatangani secara resmi pada 20 Agustus 2026 oleh Presiden Direktur IFATAC, Mr. Jumsung Nademood.
Pencapaian ini menjadi sorotan khusus karena Piar hadir sebagai representasi pemuda inspiratif asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Konsistensinya dalam menjaga, merawat, dan mengenalkan warisan leluhur bangsa hingga ke panggung global dinilai layak mendapatkan apresiasi tertinggi.
Dedikasi untuk Para Pegiat Silat
Menanggapi apresiasi global tersebut, Piar Pratama menyampaikan bahwa pencapaian ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan buah kerja keras kolektif para pelaku budaya.
"Penghargaan ini bukan hanya milik pribadi, tetapi merupakan bentuk dedikasi bagi seluruh pegiat, pelatih, dan pendekar Pencak Silat, khususnya di Kabupaten Bandung dan Jawa Barat. Mereka adalah pihak yang terus berjuang tanpa henti menjaga marwah budaya bangsa," ujar Piar saat dikonfirmasi.
Menguatkan Eksistensi Warisan Tak Benda
Melalui pengakuan dari IFATAC ini, diharapkan eksistensi Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage) semakin kuat dan mendapat tempat di hati generasi muda. Prestasi ini juga membuktikan bahwa kearifan lokal asal Jawa Barat memiliki daya tarik universal dan mampu bersinar serta diakui di kancah internasional.
Keberhasilan Piar Pratama diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pemuda Indonesia untuk turut aktif dalam melestarikan identitas bangsa melalui seni dan budaya tradisional.
(Hans)










