SAMBAR.ID | SUKABUMI – Upaya peningkatan produktivitas pertanian di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, terus digalakkan. Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Mekar Asih berhasil melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) jenis Oplah Non Rawa tahun anggaran 2026. Program strategis ini bersumber dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, melalui Balai Besar Pengembangan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Bandung.
Kegiatan yang berpusat di Desa Gandasoli ini bertujuan untuk memperbaiki dan mengoptimalkan aliran air irigasi, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi ratusan hektare lahan pertanian milik masyarakat setempat. Dengan perbaikan infrastruktur ini, diharapkan distribusi air menjadi lebih merata dan efisien, terutama saat musim kemarau tiba.
H. Saeban, S.H., selaku perwakilan Gapoktan Mekar Asih, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal. Menurutnya, keberadaan infrastruktur irigasi yang baik adalah kunci utama keberhasilan panen petani.
"Kami dari Gapoktan Mekar Asih Desa Gandasoli Kecamatan Cikakak mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Menteri Pertanian Bapak Amran Sulaiman atas bantuan infrastuktur air berupa Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier dalam program Optimalisasi Lahan. Oplah di Gapoktan ini sangat bermanfaat untuk mengairi sawah seluas kurang lebih 15 Ha. Semoga kami dapat terus meningkatkan produksi padi dengan meningkatnya Indeks penanaman. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada semua pemangku kepentingan seperti BPLIP, BRMP, Dinas Pertanian, TIMKER, UPTD dan BPP. Sukses terus Swasembada Pangan Indonesia.," ungkap H. Saeban, Sabtu (8/8/2026).
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan kualitas material terbaik. Seluruh proses pengerjaan juga melibatkan tenaga kerja lokal dari desa, sehingga selain memperbaiki infrastruktur, program ini juga turut menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi warga sekitar.
"Kami memastikan setiap meter saluran diperbaiki dengan standar teknis yang benar agar awet dan tidak mudah rusak. Partisipasi aktif anggota Gapoktan dalam pengawasan lapangan juga menjadi jaminan bahwa hasil pekerjaan sesuai dengan rencana awal," tambahnya.
Menutup keterangannya, H. Saeban berharap adanya optimalisasi irigasi ini dapat langsung dirasakan dampaknya oleh para petani dalam bentuk peningkatan hasil panen dan penurunan biaya operasional pompa air. Selain itu, ia bersama masyarakat petani Desa Gandasoli berharap program berkelanjutan seperti bendungan hulu irigasi secepatnya dapat terealisasi agar manfaat yang lebih besar dapat dirasakan oleh masyarakat.
"Saya berharap ke depannya, air irigasi bisa mengalir lancar hingga ke petak-petak sawah paling ujung. Dengan demikian, petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hujan atau mesin pompa diesel yang mahal. Semoga ini menjadi langkah awal menuju Desa Gandasoli yang lebih mandiri, sejahtera, dan produktif," pungkasnya.
Senada dengan itu, salah seorang warga yang merupakan penerima manfaat langsung dari aliran irigasi tersebut, Uda turut menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus harapannya.
"Kami sangat berterima kasih atas terealisasinya perbaikan saluran irigasi ini. Semoga air dapat mengalir lancar dan sawah kami senantiasa terairi dengan baik. Besar harapan kami agar bendungan di hulu irigasi segera dibangun, sehingga aliran air menjadi lebih terjamin dan pengairan di desa kami menjadi semakin teratur. Dengan begitu, manfaat dari pekerjaan ini benar-benar dapat kami rasakan secara utuh dan berkelanjutan," ungkapnya dengan penuh harap.
Dengan selesainya RJIT ini, Gapoktan Mekar Asih berencana akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pemeliharaan berkala serta mendorong percepatan terealisasinya pembangunan bendungan hulu irigasi guna memastikan keberlanjutan manfaat infrastruktur bagi generasi petani berikutnya.
(Hans)
















