Jakarta Sambar id, — DPP RI Lembaga Analisis HAM Republik Indonesia mengeluarkan pesan dan peringatan kepada seluruh masyarakat di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran serta menggunakan air secara bijak, khususnya dalam menghadapi musim kemarau.
Ketua Umum DPP RI Lembaga Analisis HAM Republik Indonesia, Ambo Dodding, AMK, S.Pd, MM, CPML, CPLA, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele hal-hal kecil yang dapat memicu musibah.
Menurutnya, kepedulian terhadap keselamatan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama dari rumah masing-masing.
“Mari kita semua meningkatkan kewaspadaan. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan kompor sudah benar-benar padam. Periksa juga instalasi listrik dan meteran agar tidak terjadi korsleting yang dapat memicu kebakaran,” imbaunya.
Ia menegaskan bahwa musim kemarau dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Karena itu, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan tidak menunggu musibah terjadi baru kemudian melakukan pencegahan.
Selain ancaman kebakaran, Ambo Dodding juga mengingatkan pentingnya menghemat penggunaan air bersih. Kondisi kemarau dapat berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bagi masyarakat.
“Air adalah kebutuhan hidup. Mari gunakan secukupnya dan jangan melakukan pemborosan. Ketika kita menghemat air, kita bukan hanya menjaga kebutuhan diri sendiri, tetapi juga memikirkan kebutuhan masyarakat lainnya,” ujarnya.
Pesan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pengurus dan anggota lembaga, tetapi juga kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. DPP RI Lembaga Analisis HAM Republik Indonesia mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dalam menjaga keselamatan lingkungan.
Ambo Dodding menilai tindakan sederhana dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama. Memeriksa kompor sebelum bepergian, memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, serta menggunakan air dengan bijak merupakan bentuk kepedulian yang harus terus dibangun.
“Jangan menunggu kebakaran terjadi baru kita belajar berhati-hati. Jangan menunggu kekeringan semakin parah baru kita belajar menghemat air. Mari mulai dari diri sendiri dan dari rumah kita masing-masing,” tegasnya.
Menurutnya, kepedulian masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mencegah berbagai potensi musibah.
“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu. Keselamatan adalah tanggung jawab kita semua. Ketika kita menjaga rumah, kita menjaga lingkungan. Ketika kita menjaga lingkungan, kita ikut menjaga Indonesia,” katanya.
Melalui pesan tersebut, DPP RI Lembaga Analisis HAM Republik Indonesia berharap seluruh masyarakat semakin meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan kebakaran dan menjaga ketersediaan sumber daya air.
“Satu peringatan dapat menyelamatkan satu keluarga. Satu kepedulian dapat mencegah satu musibah. Dan satu gerakan bersama dapat menjaga masa depan Indonesia.”
Lembaga tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menunggu musibah datang sebelum mulai peduli.
Mari tingkatkan kewaspadaan, hemat air, jaga lingkungan, dan saling mengingatkan. Mulai dari hari ini, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari rumah kita masing-masing.(As77M red)
Editor: Dg Pagiling
Sambar id sulawesi selatan









