Sambar.id, Rokan Hilir - Pada Hari Sabtu Tanggal 22 Agustus 2026 Biro Redaksi Rohil Kembali Berikan Informasi Publik :BAGAN SIAPI-API - Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Hartoyo Mahyudin alias Oyong, salah seorang wartawan senior yang telah lama mewarnai perjalanan pers di Negeri Seribu Kubah, berpulang ke Rahmatullah, Sabtu.
Informasi duka tersebut beredar di sejumlah grup komunikasi insan pers di Rokan Hilir. Almarhum dikabarkan mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 08.00 WIB di kediamannya di Jalan Bintang, Kompleks Perumahan Guru, Bagan Jawa Pesisir, Bagansiapiapi.
Kepergian Hartoyo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta jajaran insan pers yang selama ini mengenal sosoknya.
Bagi kalangan wartawan Rohil, nama Hartoyo alias Oyong bukanlah sosok yang asing. Ia dikenal sebagai salah seorang wartawan senior yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia jurnalistik.
Berdasarkan catatan perjalanan profesinya, Hartoyo yang lahir di Bagansiapiapi pada 1960 telah menekuni dunia jurnalistik sejak sekitar 1986. Puluhan tahun pengabdiannya membuat almarhum menjadi bagian dari sejarah perkembangan pers di Rokan Hilir.
Dalam perjalanan kariernya, Hartoyo pernah berkecimpung di Surat Kabar Buletin Mingguan Suara Rokan sebagai Redaktur Pelaksana. Ia berada di bawah kepemimpinan Pimpinan Redaksi Sudarno Mahyudin, sosok yang juga dikenal dalam dunia sastra dan pers di Rokan Hilir.
Tidak hanya menjalankan profesi sebagai wartawan, Hartoyo juga dikenal memiliki ketertarikan terhadap dunia sastra dan budaya Melayu. Sejumlah karya tulisnya pernah memperoleh penghargaan, termasuk penghargaan bidang sastra serta juara karya tulis adat istiadat budaya Melayu yang diselenggarakan di Malaysia pada 2014.
Karya tulis almarhum juga pernah mendapat ruang dalam produksi dokumenter. Salah satu karyanya disebut pernah masuk dalam dokumenter Anak Negeri serta perfilman bertajuk "Mencari Penculik Anak Perawan", yang proses syutingnya dilakukan di Kabupaten Bengkalis dan kemudian masuk dalam tayangan televisi nasional.
Di kalangan wartawan muda, Hartoyo juga dikenal sebagai sosok senior yang tidak segan berbagi pengalaman. Ia kerap mengingatkan generasi penerus agar terus belajar, meningkatkan kemampuan dan menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Baginya, profesi wartawan bukan sekadar pekerjaan mencari dan menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kebenaran serta mengawal jalannya pemerintahan demi kepentingan masyarakat.
Salah satu pesan almarhum yang pernah disampaikan dalam sebuah perbincangan bersama rekan-rekan wartawan menjadi kenangan tersendiri.
"Satu peluru hanya dapat menembus satu nyawa, tetapi sebuah tulisan dapat menghabiskan jutaan nyawa." ucap almarhum.
Pesan tersebut menggambarkan betapa besar perhatian Hartoyo terhadap kekuatan tulisan dan tanggung jawab seorang jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Kepergian Hartoyo bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan bagi dunia pers Rokan Hilir. Sosok yang telah puluhan tahun melewati berbagai zaman perkembangan media tersebut kini meninggalkan jejak yang akan terus dikenang oleh rekan-rekan seprofesinya.Selamat jalan, Bung Oyong...
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan kekhilafannya, melapangkan serta menerangi alam kuburnya, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan menempatkannya bersama orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Biro Redaksi Media Sambar id Rohil turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Hartoyo Mahyudin alias Oyong, wartawan senior Rokan Hilir. " Semoga Allah selalu memberikan kemudahan nya di lapangkan jalan kuburnya diterangkan jalan menuju surga dan ditampilkan di sisi orang orang yang beriman" Amin.(Rilis)
Laporan:Tim Jurnalis ((Legiman))











