Sambar.id, Rokan Hilir - Pada Hari Jum'at Tanggal 14 Agustus 2026 Biro Redaksi Rohil Kembali Berikan Informasi Publik: ROKAN HILIR- Pemberian bantuan sosial (bansos) sering kali menjadi perdebatan dalam instrumen kebijakan publik. Sebuah pepatah kuno mengatakan: "Jika Anda memberi seseorang seekor ikan, Anda memberinya makan untuk sehari. Jika Anda mengajarinya memancing, Anda memberinya makan seumur hidup."
Dalam konteks ekonomi modern, "ikan" adalah bansos, sedangkan "kail" adalah penciptaan lapangan kerja dan keterampilan. Untuk membangun fondasi ekonomi yang kuat, strategi "memberi kail" harus menjadi prioritas utama dibanding sekadar membagikan "ikan" secara terus-menerus.
Batasan Bantuan Sosial (Bansos)
Bansos adalah obat penawar sementara, bukan solusi penyembuhan jangka panjang.
Sifat Darurat: Bansos efektif untuk bantalan krisis jangka pendek (seperti bencana atau pandemi).
Efek Ketergantungan: Pemberian terus-menerus berisiko menciptakan mentalitas ketergantungan (illusion of security).
Beban Fiskal: Anggaran negara akan terkuras untuk konsumsi, bukan untuk sektor produktif.
Risiko Inflasi: Menambah jumlah uang beredar tanpa dibarengi peningkatan produksi barang/jasa.
Keunggulan Penciptaan Lapangan Kerja
Menciptakan lapangan kerja berarti membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Kemandirian Finansial: Memberikan penghasilan tetap yang bermartabat bagi masyarakat.
Efek Domino Ekonomi: Pekerja yang berpenghasilan akan meningkatkan daya beli masyarakat secara riil.
Peningkatan Pajak: Mengubah status masyarakat dari penerima bantuan (cost) menjadi pembayar pajak (revenue).
Pertumbuhan PDB: Aktivitas produksi di lapangan kerja langsung berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Strategi Transformasi dari "Ikan" ke "Kail"
Pemerintah dan pemangku kepentingan perlu menggeser arah kebijakan melalui tiga langkah strategis:
Upskilling dan Reskilling
Mengintegrasikan bansos dengan pelatihan kerja wajib. Bantuan modal hanya diberikan kepada mereka yang menyelesaikan sertifikasi keterampilan tertentu.
Kemudahan Investasi dan Deregulasi
Menyederhanakan izin usaha untuk UMKM dan investor guna membuka keran lapangan kerja baru secara masif.
Infrastruktur Padat Karya
Mengalihkan sebagian anggaran bantuan langsung menjadi proyek pembangunan infrastruktur yang menyerap tenaga kerja lokal non-skil.
Kesimpulan
Bansos tidak boleh dihapus sepenuhnya, karena fungsinya sebagai jaring pengaman sosial tetap dibutuhkan oleh kelompok rentan (seperti lansia dan disabilitas). Namun, bagi kelompok usia produktif, strategi terbaik adalah penyediaan lapangan kerja. Menjaga keseimbangan antara memberi "ikan" di saat darurat dan menyediakan "kail" untuk masa depan adalah kunci utama pengentasan kemiskinan yang sejati.
Laporan:Tim Jurnalis ((Legiman))
Sumber:Masyarakat










