Sambar.id, RIAU |
Rokan Hilir - Ratusan sak pupuk bersubsidi dengan berbagai merek ditemukan menumpuk di sebuah gudang kawasan Suak Air Hitam, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, Sabtu (29/8/2026). Ironisnya, alih-alih disalurkan kepada petani setempat yang membutuhkan, pupuk bersubsidi tersebut justru diduga kuat dialihkan ke luar daerah demi meraup keuntungan sepihak.
Temuan ini bermula dari laporan seorang warga setempat melalui rekaman video berdurasi 20 detik yang diterima oleh Tim Biro Redaksi Rohil pada Sabtu pagi pukul 09.46 WIB. Dalam laporan tersebut, narasumber yang identitasnya dirahasiakan menduga ada keterlibatan oknum aparat penegak hukum (APH), dalam praktik lancung penimbunan dan penyalahgunaan distribusi ini.
"Pupuk tersebut tidak tersalurkan ke petani setempat, melainkan ke luar daerah, dan diduga adanya keterlibatan oknum pihak APH ," ujar warga tersebut kepada tim media.
Praktik kotor ini sontak memicu kemarahan publik. Masyarakat setempat mendesak Unit Reskrim Polsek Bangko untuk segera bergerak mengusut tuntas dan membongkar aktor intelektual di balik penumpukan pupuk bersubsidi tersebut. Warga menilai tindakan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merampas hak petani lokal hingga berimbas pada anjloknya hasil panen di wilayah berjuluk Negeri Seribu Kubah itu.
Tidak berhenti pada aparat penegak hukum tingkat Polsek, desakan keras juga diarahkan kepada Menteri Pertanian (Mentan). Masyarakat meminta agar Menteri Pertanian segera turun gunung meninjau langsung sengkarut distribusi pupuk di Rohil.
Kasus ini dinilai bukan persoalan sepele karena menciderai hajat hidup petani sekaligus mencoreng komitmen besar Presiden Republik Indonesia dalam menyukseskan program strategis nasional Swasembada Pangan demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Laporan: Tim Jurnalis (Legiman)
Sumber: Masyarakat










