SAMBAR.ID, Palu, Sulteng – Pada peringatan Hari Reformasi Nasional yang diperingati setiap 21 Mei 2026 lalu, Pendiri sekaligus Presidium Nasional PENA98, Yahdi Basma, mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai ruang refleksi untuk memperkuat persatuan, demokrasi, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
PENA98 adalah merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang menghimpun para aktivis 1998 dari berbagai macam daerah di Indonesia.
Yahdi menilai, semangat reformasi yang lahir dari gerakan perubahan pada 1998 tidak semata-mata berkaitan dengan kebebasan menyampaikan pendapat. Lebih dari itu, reformasi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia yang harus terus dijaga dan dikembangkan secara sehat, damai, serta bertanggung jawab.
Menurutnya, nilai-nilai reformasi perlu diterjemahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan tetap menempatkan persatuan serta kepentingan nasional sebagai landasan bersama.
“Semangat reformasi harus menjadi semangat menjaga demokrasi yang santun dan menjaga keamanan bersama. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun persatuan dan ketertiban tetap harus menjadi prioritas,” ujar Yahdi Basma.
Ia juga mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh informasi dan isu yang berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Menurut Yahdi, kebebasan dalam menyampaikan aspirasi merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disertai dengan sikap saling menghormati, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, serta tanggung jawab untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Ia berharap peringatan Hari Reformasi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali mengingat semangat perubahan yang diperjuangkan pada 1998.
“Momentum ini hendaknya menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat solidaritas sosial, merawat persatuan, dan memastikan demokrasi berjalan dengan baik tanpa mengorbankan keamanan serta ketertiban masyarakat,” ungkapnya, pada 14 Mei 2026.
Yahdi menegaskan, menjaga persatuan dan keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat tersebut, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif, sekaligus menjaga agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan kepentingan bersama.**
Penulis : Presidium Nasional PENA98, Yahdi Basma










