GAYO LUES, sambar.id — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan masyarakat Desa Remukut. Kepala Desa Remukut bersama Tim BLUTAK-Arrem turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran di Desa Ulun Tanoh, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Rabu (9/9/2026).
Kedatangan rombongan tersebut sebagai bentuk solidaritas sekaligus dukungan moril kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.
Dalam musibah tersebut, api dilaporkan melalap sekitar 20 rumah warga di Desa Ulun Tanoh. Kebakaran mengakibatkan sejumlah keluarga harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda yang mereka miliki.
Bantuan yang disalurkan Kepala Desa Remukut bersama Tim BLUTAK-Arrem berupa kebutuhan pangan dan sandang, di antaranya beras, telur, mi instan, serta bantuan uang tunai untuk membantu meringankan kebutuhan warga yang terdampak.
Kepala Desa Remukut bersama tim berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban para korban yang tengah menghadapi masa sulit.
Kepedulian masyarakat Remukut terhadap korban kebakaran di Ulun Tanoh tidak terlepas dari pengalaman pahit yang pernah mereka rasakan. Pada 2025 lalu, Desa Remukut juga dilanda musibah banjir bandang yang menyebabkan permukiman warga hanyut dan membuat banyak masyarakat harus menjalani kehidupan di hunian sementara (huntara).
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Remukut tentang arti solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, terutama ketika menghadapi musibah.
"Kami masyarakat Remukut sudah merasakan sendiri bagaimana sedihnya ketika musibah datang. Karena itu, ketika ada saudara kita yang terkena musibah, kami ikut merasakan kesedihannya dan berusaha membantu semampu kami," ungkap Idris dari Tim BLUTAK-Arrem kepada awak media Sambar.id.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak ketika masyarakat Remukut tertimpa musibah banjir bandang masih membekas hingga sekarang. Karena itu, kepedulian tersebut kini berusaha diteruskan kepada masyarakat lain yang sedang menghadapi musibah.
"Pengalaman itu masih kami rasakan sampai sekarang. Banyak saudara yang peduli dan membantu kami ketika terkena musibah. Sekarang, sudah sepatutnya kami juga peduli kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah," pungkas Idris.
Aksi tersebut menjadi gambaran bahwa solidaritas masyarakat dapat menjadi kekuatan tersendiri bagi warga yang sedang bangkit dari musibah
Editor: Daeng Pagiling










