SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat silaturahmi kebangsaan sebagai bagian penting dalam menjaga persatuan dan persaudaraan.
Menurut Reny, kondisi masyarakat Sulawesi Tengah yang majemuk membutuhkan semangat kebangsaan yang terus dipupuk. Perbedaan, kata dia, semestinya tidak menjadi sekat yang memisahkan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan.
Hal itu disampaikan Wagub Reny saat menghadiri Silaturahmi Kebangsaan dan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Sulawesi Tengah, di Jalan Zebra 1, Palu, Sabtu malam (19/9/2026).
“Silaturahmi ini penting karena dari pertemuan seperti ini kita bisa menjaga komunikasi, kepedulian dan kebersamaan,” ujar Reny.
Ia menambahkan, semangat mempererat persaudaraan tersebut sejalan dengan keteladanan Rasulullah SAW. Kemuliaan seseorang, menurutnya, tidak semata-mata ditentukan oleh latar belakang maupun kedudukannya, tetapi juga oleh seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.
Reny berharap keteladanan Rasulullah SAW tersebut dapat diterapkan secara luas dalam kehidupan sehari-hari, di samping tetap menjaga ibadah wajib yang telah diajarkan.
“Mari kita perkuat persaudaraan, konsisten menjaga salat, berzikir dan memperbanyak shalawat,” ajaknya.
Ia menilai, nilai-nilai tersebut penting untuk terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga semangat kebersamaan dan persaudaraan tetap terjaga di tengah keberagaman.
Kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diisi dengan pembacaan Barzanji, pidato kebangsaan, serta penyampaian hikmah Maulid.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua PW IKA PMII Sulteng Rahmawati M. Nur, S.Ag., Ketua MUI Kota Palu Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., Ketua PW Muhammadiyah Sulteng Dr. Amin Pakarasi, S.Ag., M.Pd.I., anggota legislatif DPRD Sulteng, tokoh masyarakat, majelis taklim, serta pengurus, kader, dan alumni PMII.***












