Sambar. Id Pemalang – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Pemalang kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang petani asal Desa Karangbrai, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, kehilangan sepeda motor miliknya saat bekerja di sawah. Kasus tersebut menambah daftar panjang curanmor yang disebut warga kerap terjadi di wilayah tersebut.
Korban, Ahmad Mutohar, mengungkapkan sepeda motornya hilang pada Senin (26/1/2026) siang. Saat itu, ia sedang bekerja di sawah menyemprot dan membersihkan gulma padi hingga sekitar pukul 11.30–12.00 WIB.
“Waktu mau pulang, motor saya sudah enggak ada di tempat, Mas. Saya juga enggak lihat siapa yang ngambil,” kata Mutohar saat ditemui wartawan.
Motor yang hilang diketahui berjenis Honda Supra X 125 tahun 2006 berwarna merah. Mutohar mengaku sempat kebingungan setelah mengetahui kendaraannya raib. Ia memilih mencari sendiri sebelum akhirnya melapor ke pihak kepolisian.
“Saya sempat bingung mau minta bantuan ke siapa, mau ke polisi juga belum tahu caranya,” ujarnya.
Menurut Mutohar, kasus pencurian motor di Desa Karangbrai bukan kali pertama terjadi. Sepanjang tahun 2025, ia menyebut sudah banyak warga yang menjadi korban, baik di rumah maupun di area persawahan.
“Tahun kemarin saja sudah banyak. Punya Pak Usman di rumah, Pak Imam Ghazali di rumah, Pak Dalari di sawah, dan masih banyak lagi,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat warga semakin resah dan waswas saat meninggalkan kendaraan.
“Sekarang mau ke mana-mana bawa motor jadi takut sendiri. Warga sudah geram,” tambahnya.
Mutohar akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bodeh pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, setelah mendapat dorongan dari keluarga dan rekan-rekannya.
“Kami masih percaya kepada Polres Pemalang dan Polda Jawa Tengah untuk menangani kasus kehilangan motor saya ini,” ucapnya.
Ia berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus curanmor yang marak terjadi serta motornya bisa kembali, mengingat kendaraan tersebut merupakan satu-satunya sarana transportasi untuk ke sawah dan berdagang.
“Harapan saya ya motor itu bisa kembali. Karena itu motor satu-satunya buat kerja,” pungkasnya. (*)








