SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Dalam upaya memperkokoh pertahanan wilayah perairan dan stabilitas ekonomi makro di sektor kelautan, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Palu pada Rabu (21/01/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Sulawesi Tengah ini menandai babak baru penguatan sinergi antara pemerintah sipil dan kekuatan militer matra laut di wilayah tersebut.
Upacara yang berlangsung khidmat di Mako Lanal Palu ini menandai peralihan kepemimpinan dari Kolonel Laut (P) Marthinus Sir kepada Letkol Marinir M. Ali Wardhana.
Momentum ini bukan sekadar rutinitas birokrasi militer, melainkan simbol keberlanjutan profesionalisme dan soliditas institusi pertahanan negara di jantung Pulau Sulawesi.
Apresiasi Atas Pengabdian dan Stabilitas Wilayah
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid memberikan penghormatan tinggi kepada Kolonel Laut (P) Marthinus Sir. Selama masa jabatannya, sinergi antara Lanal Palu dan Pemerintah Provinsi dinilai berhasil menjaga kondusivitas wilayah perairan, yang berdampak langsung pada rasa aman para pelaku usaha kelautan dan masyarakat pesisir.
"Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memandang TNI Angkatan Laut bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi sebagai mitra strategis yang tak terpisahkan dalam menyukseskan agenda pembangunan daerah," tegas Anwar Hafid.
Fokus Utama: Pemberantasan Illegal Fishing dan Keamanan Ekonomi
Gubernur menggarisbawahi bahwa posisi geografis Sulawesi Tengah sangat strategis karena berhadapan langsung dengan jalur pelayaran penting dan memiliki kekayaan sumber daya laut yang melimpah.
Namun, potensi ini juga membawa tantangan besar berupa ancaman eksploitasi ilegal.
Salah satu poin krusial yang ditekankan Anwar Hafid adalah pemberantasan pencurian ikan (illegal fishing).
Ia menegaskan bahwa kerja sama ke depan akan lebih dipertajam untuk memastikan kekayaan laut Sulawesi Tengah benar-benar dinikmati oleh nelayan lokal dan berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Poin-Poin Strategis Sinergi Pemprov Sulteng & TNI AL:
Keamanan Kawasan Industri: Menjamin keamanan jalur distribusi logistik melalui laut bagi kawasan-kawasan industri strategis yang tengah berkembang pesat di Sulawesi Tengah.
Penegakan Hukum di Laut: Meningkatkan intensitas patroli bersama guna menekan angka pelanggaran hukum di wilayah perairan, termasuk penyelundupan dan perusakan ekosistem laut.
Perlindungan Masyarakat Pesisir: Memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir agar aktivitas ekonomi kecil dan menengah di sektor perikanan dapat berjalan tanpa gangguan keamanan.
Mitigasi dan Tanggap Darurat: Memperkuat kolaborasi dalam penanganan bencana alam di wilayah perairan dan pesisir, mengingat kerentanan geografis wilayah Sulteng.
Harapan Baru di Bawah Kepemimpinan Letkol Marinir M. Ali Wardhana
Menyambut estafet kepemimpinan yang baru, Anwar Hafid menaruh harapan besar kepada Letkol Marinir M. Ali Wardhana. Gubernur meyakini bahwa latar belakang korps Marinir yang dimiliki Danlanal baru akan membawa energi segar dalam memperkuat pertahanan pantai dan integrasi sosial dengan masyarakat.
"Kami berharap Letkol Marinir M. Ali Wardhana dapat segera berakselerasi, melanjutkan prestasi yang ada, serta menciptakan inovasi baru dalam kolaborasi lintas sektor. Keamanan laut adalah fondasi utama bagi kemajuan ekonomi maritim kita," tambah Gubernur.
Menutup pernyataannya, Anwar Hafid menegaskan kembali komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk terus memberikan dukungan penuh bagi pemenuhan fasilitas operasional dan koordinasi taktis guna menciptakan stabilitas, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan di Bumi Tadulako.***









