SAMBAR.ID, Palu, Sulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menginstruksikan pengawasan ketat terhadap distribusi energi di wilayahnya menyusul proyeksi kenaikan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Hal ini disampaikan Gubernur saat menerima audiensi manajemen sektor energi di Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (20/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pihak manajemen melaporkan bahwa konsumsi LPG diprediksi melonjak hingga 15 persen, sementara BBM jenis gasoline diperkirakan naik sekitar 5 persen.
Meski stok dipastikan aman, tantangan distribusi menjadi perhatian utama mengingat adanya penurunan kuota LPG sebesar 7 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Ini momentum yang sangat tepat untuk kita mengantisipasi dari jauh-jauh hari, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar dan LPG yang menjadi kebutuhan pokok,” tegas Anwar Hafid.
Poin Utama Hasil Koordinasi:
Ketahanan Stok: Satgas khusus akan disiagakan untuk memantau suplai dari Aviation Fuel Terminal (AFT) hingga ke agen LPG dan SPBU.
Aspirasi Harga Avtur: Pemprov Sulteng mendorong penyetaraan harga Avtur dengan Jakarta guna menekan biaya operasional maskapai di seluruh kabupaten tanpa bergantung pada subsidi daerah.
Solusi Nelayan: Gubernur mengonfirmasi pembangunan SPBU Nelayan (SPBUN) melalui dana APBN mulai tahun ini untuk mengatasi antrean BBM di wilayah pesisir.
Evaluasi Kuota: Pemerintah daerah memberikan atensi khusus pada kuota Solar dan Pertalite agar penyalurannya lebih tepat sasaran, terutama di area industri dan pertambangan.
Pihak manajemen energi menyatakan kesiapannya menjaga ketahanan stok dengan koordinasi lintas sektor, termasuk melibatkan aparat kepolisian untuk memastikan kelancaran distribusi di lapangan.
Gubernur Anwar Hafid berharap sinergi ini mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan energi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan suci tetap berjalan kondusif.***









