SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Kasus kehilangan sepeda motor milik salah satu keluarga pasien di area parkir Rumah Sakit (RS) Woodward Palu hingga kini belum menemui titik terang. Meski peristiwa tersebut sudah terjadi sekitar lima bulan lalu, korban masih terus menuntut kepastian tanggung jawab dari pihak pengelola rumah sakit.
Menanggapi hal tersebut, manajemen RS Woodward menyatakan bahwa penanganan kasus ini masih dalam proses tindak lanjut oleh pihak kepolisian.
Di sisi lain, manajemen meminta korban untuk bersabar menunggu keputusan internal hingga dua minggu setelah Hari Raya Idulfitri.
Dalam wawancara langsung dengan awak media di ruang rapat RS Woodward pada Senin (9/3), Direktur RSU Woodward Palu, dr. Herman Fery Baan, M.Kes., Sp.KKLP, menjelaskan bahwa pihaknya perlu membawa masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi sebelum mengambil keputusan final.
"Kami akan berkoordinasi dengan dewan direksi karena rumah sakit ini berada di bawah naungan Yayasan Bala Keselamatan. Rapat tersebut nantinya akan menentukan langkah apa yang akan ditempuh manajemen, termasuk kemungkinan terkait ganti rugi kendaraan yang hilang," ujar dr. Herman.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur didampingi oleh jajaran manajemen lainnya, yakni Kepala SPI Arodji Duhu, S.E., Kabag Umum Andyka Kawa, S.KM., M.Kes., dan Kabag SDM Amelia Pascalina, S.Sin., M.H.
Sementara itu, pihak korban yang diwakili oleh orang tua Andronikus, Apriani, berharap besar agar pihak rumah sakit segera memberikan kepastian.
Ia menegaskan bahwa kendaraan tersebut hilang di lingkungan yang seharusnya berada dalam pengawasan dan pengelolaan penuh pihak rumah sakit.
Kasus ini pun mulai memicu sorotan publik terkait standar sistem keamanan dan sejauh mana tanggung jawab pengelola parkir terhadap keamanan kendaraan milik pasien maupun pengunjung.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih menunggu hasil keputusan rapat dewan direksi yang dijadwalkan baru akan digelar setelah momentum Lebaran mendatang.**/Tim Red.







.jpg)





