SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXIII/Palaka Wira Mayjen Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, menegaskan komitmen TNI untuk melakukan langkah konkret dalam memerangi peredaran narkoba dan aktivitas pertambangan ilegal (illegal mining) yang marak terjadi di wilayah Sulawesi Tengah.
Hal ini disampaikan dalam sesi wawancara usai meninjau progres pembangunan infrastruktur daerah, Selasa (27/1/2025).
Kolaborasi Lintas Sektoral Lawan Narkoba
Menanggapi status Sulawesi Tengah yang masuk dalam tiga besar nasional tingkat kerawanan narkoba, Pangdam menyatakan bahwa edukasi saja tidak lagi cukup. Menurutnya, diperlukan sinergi yang kuat antara TNI, BNN, Kepolisian, Kejaksaan, hingga Pemerintah Daerah.
"Narkoba ini kejahatan luar biasa, tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua institusi. Kita harus bergandengan tangan. Kalau sekarang hanya imbauan ke sekolah, itu bagus, tapi perlu langkah nyata untuk pemberantasan," ujar Pangdam.
Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah memetakan jalur masuk narkoba dan mengidentifikasi kontributor utama di tiap wilayah.
Pangdam juga mengimbau peran serta media dan masyarakat desa untuk berani melapor karena warga lokal biasanya lebih mengetahui aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.
Sanksi Pecat bagi Personel TNI
Terkait pengawasan internal, Pangdam memberikan peringatan keras kepada seluruh prajurit. Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi anggota TNI yang terbukti terlibat dalam jaringan narkoba.
"Instruksi pimpinan Angkatan Darat dan TNI sudah sangat jelas: yang terlibat narkoba, langsung pecat. Kami rutin melakukan tes urine secara periodik, dan siapa pun yang terindikasi langsung kami proses tanpa ampun," tegasnya.
Penanganan Tambang Ilegal
Selain narkoba, Pangdam juga menyoroti masalah pertambangan ilegal yang masih masif di Sulawesi Tengah. Meski sudah ada Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk oleh Gubernur, Pangdam menilai perlu ada tindakan yang lebih tegas di lapangan.
"Besok dalam rapat Forkopimda akan saya angkat kembali masalah ini. Kita sudah punya Satgas, tapi saya ingin ada langkah nyata. Media juga sudah tahu di mana saja titik-titik kegiatan ilegal itu. Harus ada yang berani berteriak keras atau menarik perhatian, agar tidak ada lagi yang diam saja," pungkasnya.
Pangdam berharap dengan pengawasan yang lebih ketat dan kolaborasi aktif, angka kriminalitas yang merusak generasi muda dan ekosistem di Sulawesi Tengah dapat ditekan secara signifikan.***








