Sambar.id Batam - Aroma praktik ilegal kembali tercium dari pesisir Sekupang, Kota Batam. Jalur laut yang seharusnya menjadi pintu resmi distribusi barang justru diduga berubah menjadi lintasan empuk bagi penyelundupan beras dalam skala signifikan.
Tim investigasi yang turun langsung ke lokasi mendapati aktivitas mencurigakan di salah satu pelabuhan tidak resmi yang dikenal sebagai “pelabuhan tikus” di kawasan Sekupang. Aktivitas itu berlangsung pada malam hari — waktu yang kerap dipilih untuk meminimalkan sorotan.
Pola Terstruktur dan Terjadwal
Berdasarkan pantauan di lapangan, kapal-kapal kayu datang bergantian. Proses bongkar muat dilakukan cepat dan terorganisir. Tidak tampak kepanikan, tidak ada upaya sembunyi-sembunyi berlebihan. Situasi justru terlihat seperti aktivitas rutin yang sudah terjadwal.
Beras-beras tersebut diduga tidak melalui prosedur kepabeanan resmi dan disebut akan dikirim ke sejumlah wilayah di Kepulauan Riau, terutama menuju Tanjung Balai Karimun dan sekitarnya.
Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi berpotensi masuk dalam ranah tindak pidana kepabeanan.
Pertanyaan yang Tak Terjawab
Aktivitas yang berlangsung berulang dan relatif terbuka ini memunculkan tanda tanya besar: Mengapa jalur yang dikenal rawan masih bisa digunakan tanpa hambatan berarti?
Apakah pengawasan laut di titik tersebut benar-benar berjalan optimal?
Ataukah ada celah sistem yang sengaja dibiarkan?
Sebagai wilayah perbatasan strategis, Batam seharusnya berada dalam radar pengawasan ketat aparat terkait. Namun dugaan praktik ini menunjukkan adanya ruang kosong dalam sistem pengendalian distribusi barang.
Dampak Serius bagi Masyarakat
Masuknya beras secara tidak resmi berpotensi:
Mengganggu stabilitas harga pasar lokal
Merugikan pelaku usaha Resmi menghilangkan potensi penerimaan negara
Menimbulkan risiko kualitas pangan tanpa pengawasan standar
Jika dibiarkan, pola seperti ini dapat membentuk ekosistem ilegal yang semakin sulit diberantas.
Ujian Nyata Bagi Penegakan Hukum
Kasus ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum dan instansi pengawasan di wilayah perairan Batam. Publik menunggu langkah konkret, bukan sekadar retorika.
Apakah dugaan “pesta” penyelundupan ini akan ditelusuri secara menyeluruh? Atau kembali menguap tanpa jejak?
Investigasi lanjutan sangat diperlukan untuk memastikan apakah ini sekadar aktivitas sporadis atau bagian dari jaringan terstruktur yang telah lama beroperasi.(Guntur)




.jpg)







