Cahaya Ramadhan di Balik Jeruji, Warga Binaan Khusyuk Tarawih dan Tadarus Al-Qur'an


Sambar.id Baturaja - Suasana syahdu menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja saat gema takbir dan selawat mulai terdengar dari Masjid Baitul Ghafur. 


Di bawah temaram lampu masjid, ratusan Warga Binaan tampak berbondong-bondong merapatkan barisan, membasuh diri dengan wudu, dan bersiap menjemput berkah di bulan suci Ramadan. pada Minggu(23/02/2026).


Ada pemandangan yang menambah kekhidmatan malam itu. Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yadi, tampak hadir di tengah-tengah warga binaan. Tanpa sekat yang kaku, ia ikut melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah, menunjukkan bentuk dukungan moral dan spiritual bagi mereka yang sedang mencari jalan pulang menuju tobat.


Kehadiran Fitri Yadi dalam saf jamaah memberikan energi positif bagi para penghuni Rutan. Baginya, Ramadan di dalam rutan bukan sekadar menjalankan kewajiban formal, melainkan momentum untuk merangkul sisi kemanusiaan para warga binaan.

"Kami di sini adalah keluarga. Melalui salat berjamaah ini, kami ingin menunjukkan bahwa proses pembinaan bukan hanya soal aturan, tapi soal hati. Saya ingin mereka merasa didampingi dalam proses perbaikan diri ini," ujar Fitri Yadi usai pelaksanaan salat.


Meski raga terkurung, jiwa para warga binaan tampak bebas saat melantunkan doa-doa. Cahaya lampu Masjid Baitul Ghafur seolah menjadi mercusuar harapan bagi mereka yang rindu akan rumah, sekaligus pengingat bahwa ampunan Tuhan selalu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh.


Kegiatan rutin ini akan terus dilaksanakan selama sebulan penuh, menciptakan atmosfer pesantren di dalam rutan yang diharapkan mampu mengubah perilaku warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti.

(Amel)

Lebih baru Lebih lama