SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Kodam XXIII/Palaka Wira memasuki fase krusial dalam upaya mencetak generasi baru pengawal kedaulatan negara. Sebanyak 305 pemuda terbaik dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah menjalani tahapan akhir seleksi tingkat daerah dalam Sidang Pemilihan Calon Bintara Prajurit Karier (Caba PK) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Manggala Sakti Makodam XXIII/Palaka Wira pada Selasa (4/2/2026) ini dipimpin langsung oleh Kasdam XXIII/Palaka Wira, Brigjen TNI Agus Sasmita, S.I.P., mewakili Pangdam selaku Ketua Sidang. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat teras Kodam serta tim ahli dari berbagai disiplin pemeriksaan.
Standar Tinggi dan Pengawasan Multi-Aspek
Sidang pemilihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan filter akhir yang sangat menentukan. Brigjen TNI Agus Sasmita menekankan bahwa para calon yang bertahan hingga tahap ini merupakan individu-individu yang telah melewati rangkaian ujian berat.
Namun, pada sidang Panda (Panitia Daerah) ini, seluruh data peserta akan dibedah kembali secara komprehensif.
Aspek-aspek yang menjadi indikator utama penilaian meliputi:
Administrasi: Keaslian dan kelengkapan dokumen sesuai standar militer.
Kesehatan: Kondisi fisik dan medis yang prima untuk menunjang tugas tempur.
Jasmani: Ketahanan fisik dan ketangkasan lapangan.
Mental Ideologi (MI): Kesetiaan terhadap Pancasila dan NKRI.
Psikologi & Kepribadian: Stabilitas emosi dan potensi kepemimpinan sebagai calon komandan regu.
"Kita mencari putra-putra terbaik bangsa yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki karakter kuat, profesional, dan berjiwa Sapta Marga. Hasil dari sidang ini adalah cerminan kualitas SDM TNI AD di masa depan," tegas Kasdam dalam arahannya.
Komitmen Transparansi: Menutup Celah Intervensi
Dalam sambutannya, Kasdam XXIII/Palaka Wira memberikan instruksi keras kepada seluruh panitia seleksi dan tim penguji untuk menjaga integritas proses rekrutmen.
Beliau menggarisbawahi bahwa objektivitas dan akuntabilitas adalah harga mati dalam mencetak prajurit berkualitas.
"Saya berpesan agar seluruh pihak menghindari segala bentuk intervensi, baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Kita harus berpedoman teguh pada norma yang berlaku agar calon yang terpilih benar-benar layak dan mampu menjawab tantangan tugas TNI AD yang semakin kompleks di masa depan," tambah Brigjen TNI Agus Sasmita.
Tahapan Selanjutnya
Peserta yang dinyatakan lolos pada sidang tingkat Panda Palu ini nantinya akan dikirim untuk mengikuti seleksi tingkat pusat. Di sana, mereka akan bersaing dengan perwakilan dari seluruh Indonesia sebelum akhirnya menempuh pendidikan dasar keprajuritan.
Penutup sidang ditandai dengan apresiasi dari Ketua Sidang kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sejak dimulainya tahapan pendaftaran, memastikan bahwa proses regenerasi di tubuh TNI Angkatan Darat berjalan sesuai jalur yang telah ditetapkan.
Sumber: Pendam XXIII/Palaka Wira









