Klarifikasi Sym, SMI, dan BGI: Tambang di Nadi Sudah Tutup, Tidak Ada Lagi Aktivitas


Sambar.id, Bangka Belitung - Pemberitaan mengenai dugaan aktifnya kembali tambang timah di Desa Nadi, Perlang Kecamatan lubuk, Kabupaten Bangka Tengah, mendapat tanggapan langsung dari pihak-pihak yang namanya sempat dikaitkan. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.


Sym (purna) bersama SMI dan BGI menyatakan dengan tegas bahwa lokasi yang dimaksud saat ini tidak lagi digunakan untuk kegiatan penambangan. 


Mereka memastikan bahwa sejak isu tersebut ramai diberitakan, seluruh aktivitas tambang rakyat di area tersebut telah berhenti sepenuhnya.

Sym, yang diketahui merupakan pensiunan TNI AL, menjelaskan bahwa keberadaannya di sekitar lokasi tidak ada hubungannya dengan kegiatan tambang. Ia menuturkan bahwa kehadirannya semata-mata untuk menjaga dan mengawasi kebun sawit milik keluarganya agar tidak dirusak atau dimanfaatkan oleh pihak lain.


“Saya ke sana hanya untuk menjaga kebun keluarga. Bukan untuk menambang atau mengatur kegiatan apa pun. Lahan itu milik keluarga kami,” ujar Sym saat memberikan penjelasan.


Ia juga menyayangkan adanya pemberitaan yang menyeret latar belakang militernya, karena menurutnya hal tersebut dapat menimbulkan tafsir yang keliru di masyarakat.


“Saya sudah purna tugas dan sekarang hanyalah warga sipil biasa. Jangan dikaitkan dengan institusi TNI AL, karena keberadaan saya di sana murni urusan pribadi,” tegasnya.


Menanggapi isu adanya dugaan perlindungan dari aparat, Sym secara tegas membantah kabar tersebut. Ia menyebut tudingan yang mengarah kepada anggota Denpom berinisial RMD dan NYM tidak berdasar dan sama sekali tidak benar.


“Tuduhan adanya bekingan itu keliru dan mencemarkan nama baik. Tidak ada keterlibatan anggota Denpom seperti yang dituduhkan,” katanya.


Sementara itu, SMI dan BGI juga menyampaikan penegasan bahwa mereka tidak pernah menjadi pemodal maupun pengelola tambang ilegal di Dusun Nadi. Keduanya menilai informasi yang beredar sebelumnya belum dikonfirmasi secara menyeluruh sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik.


Sym menambahkan, pasca mencuatnya pemberitaan, warga yang sebelumnya melakukan aktivitas tambang rakyat memilih menghentikan pekerjaan mereka. Hingga saat ini, lokasi yang disebut sebagai titik penambangan disebut sudah tidak menunjukkan aktivitas apa pun.


“Kondisinya sekarang kosong. Tidak ada kegiatan tambang. Warga pun enggan bekerja lagi karena takut. Padahal sebelumnya mereka hanya ingin mencari penghasilan dan berharap bisa mengikuti ketentuan yang berlaku,” tutupnya.(*)


Sumber: baradoknews.com

Lebih baru Lebih lama