SAMBAR.ID, Donggala, Sulteng - Dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan meningkatkan kesadaran lingkungan, Kepolisian Resor (Polres) Donggala menggelar kegiatan bakti sosial berskala besar bertajuk "Gerakan Pantai Bebas Sampah" pada Jumat (6/2/2026).
Aksi bersih-bersih ini melibatkan sinergi masif dari unsur TNI, Pemerintah Daerah, hingga perwakilan pelajar.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA ini dipusatkan di tiga titik vital pesisir Kabupaten Donggala, yakni Pantai Penggaraman, Kawasan Hutan Mangrove, dan Pantai Boneoge.
Sinergi Lintas Sektoral
Mewakili Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., Wakapolres Kombes Pol H. Sulardi, S.H., M.H., secara resmi memimpin apel kesiapan di lokasi.
Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kebersihan pantai bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan kerja bersama demi masa depan pariwisata dan kesehatan masyarakat Donggala.
Peserta yang terjun dalam aksi ini terdiri dari personel gabungan yang meliputi:
Unsur Keamanan: Polres Donggala, Kodim 1306 Palu, dan Pos AL Donggala.
Pemerintah Daerah: BLH, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Sosial, Dinas PUPR, serta Dinas Pariwisata.
Elemen Masyarakat: Perwakilan pelajar SMA se-Kabupaten Donggala.
Strategi Pembagian Wilayah Kerja
Guna memastikan pembersihan berjalan efektif dan menyeluruh, Kabag Ops Polres Donggala membagi seluruh personel ke dalam tiga zona kerja utama:
Zona Hutan Mangrove: Difokuskan pada pembersihan sampah plastik yang tersangkut di akar bakau, melibatkan personel Polres, BPBD, Satpol PP, Kodim, dan BLH.
Zona Pantai Penggaraman: Melibatkan kolaborasi Polres, Dishub, DKP, dan Dinas PUPR untuk menyisir area produksi garam rakyat dari limbah domestik.
Zona Pantai Boneoge: Menjadi pusat edukasi bagi generasi muda dengan melibatkan Polres, Pos AL, Dinsos, Dinas Pariwisata, dan para pelajar SMA.
Dukungan Logistik dan Kelengkapan
Aksi ini didukung dengan peralatan lengkap guna mempermudah mobilisasi sampah. Sejumlah truk sampah dan motor sampah (tossa) dikerahkan untuk mengangkut limbah langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Para petugas juga dibekali dengan artco (gerobak dorong), skop, parang, sapu lidi, serta penggunaan sepatu bot untuk memastikan keamanan personel di lapangan yang berlumpur.
Setelah bekerja bahu-membahu selama kurang lebih tiga jam, volume sampah yang cukup signifikan berhasil diangkat dari bibir pantai dan kawasan konservasi mangrove.
Kondisi di ketiga lokasi tersebut kini tampak lebih bersih dan tertata. Seluruh rangkaian kegiatan bakti sosial berakhir pada pukul 10.00 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.
Melalui gerakan ini, Polres Donggala berharap masyarakat sekitar dan pengunjung pantai dapat lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya guna menjaga daya tarik wisata bahari di wilayah tersebut.**
Sumber : Hms Polres Donggala










