Sambar. Id Polres Pekalongan - Polda Jateng - Unit Reskrim Polsek Kedungwuni bergerak cepat merespons keresahan warga terkait aktivitas remaja yang bermain petasan. Tiga orang remaja asal Kecamatan Buaran diamankan polisi usai kedapatan membuat dan menyulut petasan di area persawahan Desa Tangkil Kulon, Sabtu (28/2/2026) sore.
Ketiga remaja tersebut, yakni MZ (13), MS (13), dan NS (17), langsung dibawa ke Mapolsek Kedungwuni untuk mendapatkan pembinaan khusus. Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya kecelakaan fatal akibat bahan peledak yang sering memakan korban selama bulan Ramadhan.
Kapolsek Kedungwuni Iptu Amin, S.H menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga ketenangan masyarakat. Apalagi, para remaja ini diketahui meracik petasan tersebut secara mandiri.
"Kami tidak ingin ada jatuh korban akibat petasan. Tiga remaja ini kami amankan di area persawahan Desa Tangkil Kulon sekitar pukul 16.30 wib. Mereka membuat petasan sendiri tanpa izin dan menyalakannya di lingkungan yang dekat dengan pemukiman. Ini sangat berbahaya," kata Iptu Amin.
Ketiga remaja tersebut mendapatkan arahan langsung dari Kanit Reskrim Polsek Kedungwuni Ipda A. Mifta Hasan, S.H. Polisi memberikan edukasi mengenai bahaya fisik yang mengancam, seperti risiko kehilangan anggota tubuh hingga potensi kebakaran.
"Tadi Kanit Reskrim sudah memberikan pemahaman mendalam. Kami jelaskan bahwa perbuatan mereka tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain. Ada konsekuensi hukum yang serius terkait penyalahgunaan bahan peledak jika mereka mengulangi perbuatannya," tambah Iptu Amin.
Polisi juga meminta para remaja ini untuk menyalurkan energi mereka ke hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti olahraga atau kegiatan keagamaan di masjid.
Tak hanya para remaja, Polsek Kedungwuni juga memanggil orang tua atau wali masing-masing anak. Iptu Amin menekankan bahwa pengawasan keluarga adalah kunci utama agar anak tidak terjerumus dalam aktivitas berbahaya.
"Kami minta orang tua meningkatkan pengawasan. Jangan sampai sudah jatuh korban baru menyesal. Petasan bukan mainan, itu adalah bahan peledak yang bisa memicu petaka," tegasnya. (*)




.jpg)





