Bos Penimbun BBM di Rohil Diduga 'Kebal Hukum', Blokir WA Wartawan Saat Dikonfirmasi




Sambar.id//Rokan Hilir
- Praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Rokan Hilir (Rohil), Riau, kian meresahkan. Junaedi, sosok yang diduga menjadi bos di balik gudang penimbunan tersebut, dituding kebal hukum dan terkesan sengaja menghindari kejaran awak media.


Berdasarkan laporan tim redaksi pada Minggu (22/3/2026), upaya konfirmasi yang dilakukan terhadap Junaedi justru berujung pemblokiran nomor WhatsApp. Sikap bungkam ini memperkuat dugaan adanya "atensi" khusus kepada oknum Aparat Penegak Hukum (APH) sehingga bisnis ilegal tersebut berjalan mulus selama bertahun-tahun.


Kronologi Temuan Gudang


Dugaan ini mencuat setelah adanya laporan dari warga kepada tim media melalui sambungan telepon. Warga yang enggan disebutkan identitasnya itu mengungkap keberadaan gudang besar yang menampung Solar dan Pertalite bersubsidi di wilayah Balam.


​"Kami tidak ada urusan sama wartawan," ujar sumber menirukan ucapan pihak pengelola gudang saat mencoba dikonfirmasi pada Minggu (22/3) pukul 11.01 WIB.


Desakan Publik: Kapolres Rohil Harus Bertindak


Masyarakat Rokan Hilir kini mendesak Kapolres Rohil untuk segera turun tangan. Pasalnya, aktivitas ilegal ini ditengarai telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun tanpa tersentuh hukum.


​"Jika hal ini tetap dibiarkan dan tidak ada tindakan tegas dari Polres Rohil, kami akan meneruskan laporan ini ke tingkat Polda Riau bahkan hingga ke Kapolri," tegas sumber tersebut.


Kelangkaan BBM bersubsidi di wilayah berjuluk "Negeri Seribu Kubah" ini dianggap sebagai dampak nyata dari menjamurnya gudang-gudang penimbunan. Masyarakat berharap polisi tidak "tutup mata" terhadap praktik yang merugikan rakyat kecil, khususnya warga di wilayah Balam dan sekitarnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak Junaedi masih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan penimbunan BBM tersebut.


Laporan:Tim Jurnalis ((Legiman))


Sumber: Kompirmasi

Lebih baru Lebih lama