Bulukumba jangan Terbakar Lagi: Saatnya Kita Belajar Dari Bara


Sambar.id Opini || Dua kebakaran dalam waktu yang nyaris berdekatan bukan sekadar peristiwa. Ia adalah luka. Ia adalah peringatan.


Kebakaran yang melanda kawasan wisata di Tanjung Bira, Kecamatan Bontobahari, dan insiden di Kecamatan Ujungbulu seolah menjadi alarm keras bagi Kabupaten Bulukumba. Api tidak hanya menghanguskan bangunan. Ia merampas rasa aman, menggerus harapan, dan meninggalkan trauma yang tak kasat mata.


Di tengah kemarau panjang, risiko kebakaran memang meningkat. Namun jujur kita akui, sebagian besar kebakaran bukan semata takdir alam. Banyak yang berawal dari kelalaian kecil: kompor yang ditinggal menyala, kabel listrik yang usang, puntung rokok yang dianggap sepele, atau pembakaran sampah tanpa pengawasan.


Himbauan dari pemerintah daerah bukanlah sekadar formalitas administrasi. Itu adalah bentuk kepedulian. Sebuah ajakan agar kita berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: sudahkah kita cukup berhati-hati?


Api tidak pernah memilih siapa korbannya. Ia bisa datang ke rumah sederhana, ke tempat usaha kecil, bahkan ke ikon wisata yang menjadi kebanggaan daerah. Ketika api membesar, penyesalan selalu datang terlambat.


Bulukumba adalah rumah kita bersama. Rumah tidak hanya dijaga dengan tembok dan pagar, tetapi dengan kesadaran. Dengan disiplin mematikan listrik sebelum tidur. Dengan memastikan kompor benar-benar padam. Dengan tidak menganggap remeh bara sekecil apa pun.

Kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran. Mereka bisa memadamkan api, tetapi tidak bisa memadamkan kelalaian. Pencegahan sejatinya dimulai dari dapur-dapur rumah, dari warung kecil, dari kantor-kantor, dari tangan kita sendiri.


Dua kejadian dalam waktu berdekatan seharusnya cukup menjadi pelajaran. Jangan tunggu korban berikutnya. Jangan tunggu tangis berikutnya. Jangan tunggu kabar duka berikutnya.


Mari jadikan peristiwa ini bukan sekadar berita yang lewat di linimasa, tetapi momentum perubahan sikap. Karena menjaga Bulukumba tetap aman bukan hanya tugas pemerintah, bukan hanya tugas Damkar, tetapi tanggung jawab kita semua.


Semoga tak ada lagi bara yang berubah menjadi bencana. Semoga Bulukumba tetap berdiri, tanpa api yang menghanguskan harapan.


Oleh As Mappasomda

Sambar id❤ Bulukumba

Lebih baru Lebih lama