Program ini selaras dengan target nasional pembangunan 3 juta rumah layak huni yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Direktur Utama PT Andika Pratama Bumindo, Andi Aspar, menegaskan bahwa proyek ini dirancang menjawab kebutuhan riil warga.
“Kami ingin menghadirkan rumah subsidi dengan rasa perumahan elit, tapi tetap ramah di kantong masyarakat,” ujarnya.
Perumahan yang berlokasi di Tabbuttu, Kecamatan Ujung Bulu—sekitar tiga kilometer dari pusat kota—diklaim berada di kawasan berkembang, bebas banjir, dan memiliki lingkungan yang relatif tenang.
Dari total 75 unit rumah tipe 36 yang dibangun, sebagian unit telah siap huni dan mulai diminati, terutama oleh keluarga muda dan pekerja.
Dengan harga sekitar Rp173 juta per unit, developer menawarkan skema ansuran yang tergolong ringan:
- 10 tahun: ± Rp1,7 juta/bulan
- 15 tahun: ± Rp1,3 juta/bulan.
- 20 tahun: ± Rp1,09 juta/bulan
Skema ini membuka peluang bagi warga yang selama ini masih bergantung pada rumah sewa untuk beralih menjadi pemilik hunian sendiri.
Proyek ini diprioritaskan untuk MBR, termasuk ASN daerah, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, hingga pasangan muda yang baru membangun keluarga.
Dengan kombinasi harga subsidi, lokasi strategis, dan lingkungan yang diklaim nyaman, Griya Harapan Baru berpotensi menjadi salah satu pilihan hunian paling kompetitif di Bulukumba tahun ini. (*)
Laporan:As Mappasomba









.jpg)





