Jalan Trans Yiluk-Yugwa Rusak Parah, Warga Delapan Kampung Desak Pemkab Lanny Jaya Segera Bertindak


SAMBAR.ID LANNY JAYA, PAPUA PEGUNUNGAN — Kerusakan parah pada Jalan Raya Trans yang menghubungkan Distrik Yiluk dan Yugwa menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lanny Jaya memicu keresahan masyarakat. Warga dari delapan kampung di Distrik Yiluk secara resmi menyampaikan permohonan kepada pemerintah daerah agar segera mengalokasikan anggaran perbaikan jalan tersebut.


Permohonan itu disampaikan melalui perwakilan masyarakat, Disko Kogoya, seorang intelektual muda dari Distrik Yiluk. Ia menegaskan bahwa kondisi jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan dan menghambat aktivitas warga.


“Sebagian besar badan jalan telah rusak dan berlubang. Saat hujan deras, air langsung mengalir di atas jalan sehingga mempercepat kerusakan,” ujarnya dalam keterangan yang mewakili masyarakat delapan kampung di Distrik Yiluk.


Menurut warga, kerusakan jalan tersebut berdampak luas terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Transportasi warga menjadi terhambat, distribusi hasil pertanian terganggu, dan akses menuju layanan pendidikan serta kesehatan semakin sulit dijangkau.


Warga menilai jalur Trans Yiluk–Yugwa merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat di wilayah pegunungan yang selama ini bergantung pada jalur darat untuk menghubungkan kampung-kampung dengan pusat pemerintahan daerah.


Melalui surat permohonan yang disampaikan, masyarakat meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, khususnya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lanny Jaya serta DPRD Kabupaten Lanny Jaya, agar mengalokasikan dana perbaikan jalan dalam pembahasan maupun perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun anggaran mendatang.


Masyarakat juga berharap Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya beserta seluruh jajaran pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti permohonan tersebut dengan langkah konkret di lapangan.


“Jalan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi urat nadi kehidupan masyarakat. Jika terus dibiarkan rusak, maka aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan warga akan semakin terhambat,” kata Disko Kogoya.


Warga Distrik Yiluk berharap pemerintah daerah tidak menunda penanganan kerusakan jalan tersebut, mengingat akses transportasi di wilayah pegunungan Papua sangat terbatas dan sangat menentukan kesejahteraan masyarakat di kampung-kampung terpencil. (Kinaonak)

Lebih baru Lebih lama