Jelang Idulfitri, Warga Desa Tetingi Tetap Istiqamah Tunaikan Zakat Fitrah di Tengah Keterbatasan

Sambar.id,
ACEH |

Gayo Lues – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, tetap menunjukkan semangat keimanan dengan menunaikan Zakat Fitrah secara berjamaah melalui badan amil dan imam kampung, Senin (16/3/2026).

Sejak pagi hingga sore hari, warga tampak berbondong-bondong mendatangi para amil untuk menyerahkan zakat fitrah sebagai bagian dari kewajiban umat Muslim menjelang hari kemenangan. 
Meski kondisi desa masih diliputi keterbatasan akibat sebagian warga yang belum sepenuhnya keluar dari tempat darurat atau pengungsian, semangat beribadah masyarakat tetap terjaga.

Salah seorang warga, Junaidi, menuturkan bahwa masyarakat Desa Tetingi tetap berusaha menjalankan ibadah dengan penuh keteguhan hati.

“Walaupun kami masih dalam kondisi serba terbatas, masyarakat di sini tetap istiqamah menjalankan ibadah puasa, salat tarawih, tadarus, dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya,” ujar Junaidi.

Ia menambahkan, kondisi desa yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat warga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Kami hanya bisa berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan untuk tetap menjalankan ibadah dengan istiqamah, walaupun fasilitas kami sangat terbatas,” lanjutnya.

Menurut Junaidi, masyarakat Desa Tetingi saat ini bahkan harus menjalankan ibadah secara terpisah di dua lokasi berbeda. Hal ini terjadi karena jembatan gantung yang menjadi penghubung antara dua dusun di desa tersebut tidak lagi layak digunakan, terutama pada malam hari.

“Desa kami memang terbelah dua. Salat tarawih pun dilakukan di dua tempat berbeda karena jembatan gantung yang menghubungkan kedua dusun sudah tidak aman dilalui pada malam hari, apalagi oleh perempuan dan anak-anak,” jelasnya.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi warga untuk tetap menjaga kebersamaan dan semangat ibadah di bulan suci Ramadan. 

Bagi masyarakat Desa Tetingi, keterbatasan bukan alasan untuk mengendurkan ketaatan, melainkan ujian yang justru menguatkan keteguhan iman menjelang datangnya hari kemenangan.
(SB)
Lebih baru Lebih lama