Ketika Bara Merenggut Tempat Pulang: Tragedi Pilu di Kampung KB Bulukumba




BULUKUMBA
, SAMBAR.ID — Siang itu, Rabu (4/3/2026), langit di atas Kampung KB, Jalan Teuku Umar–Jalan Sarewigading, Kelurahan Terang-Terang, Kecamatan Ujungbulu, Bulukumba, berubah kelabu. Kobaran api tiba-tiba membesar di tengah pemukiman padat, menjalar cepat diterpa angin kencang dan melahap rumah-rumah warga yang mayoritas berbahan kayu.



Teriakan panik memecah suasana. Warga berlarian menyelamatkan diri, sebagian mencoba mengangkat barang seadanya. Namun api terlalu cepat, terlalu ganas. Dalam waktu sekitar dua jam, sedikitnya 11 rumah hangus tak bersisa.


Mobil pemadam kebakaran datang dan berupaya memadamkan api yang terus membesar. Petugas berjibaku melawan kobaran yang semakin tak terkendali. Warga pun turut membantu dengan peralatan seadanya. Namun apa daya, Allah berkehendak lain. Api terlanjur meluas dan merenggut tempat pulang belasan keluarga.


Edi, salah seorang korban, mengaku tengah tertidur saat peristiwa itu terjadi. Ia baru terbangun ketika api sudah membesar.


“Saya lagi tidur, baru sadar waktu api sudah besar. Tidak ada yang bisa diselamatkan. Anginnya kencang sekali,” tuturnya dengan suara bergetar.


Tak ada yang tersisa selain puing dan arang. Perabotan, pakaian, hingga dokumen penting hangus dilalap api. Anak-anak duduk termenung di antara sisa kebakaran, sementara para orang tua berusaha tegar menerima kenyataan pahit.


Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, api pertama kali muncul dari salah satu rumah di kawasan Jalan Sarewigading sebelum akhirnya menjalar ke bangunan lain.


Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kehilangan tempat tinggal dan harta benda menjadi luka yang mendalam bagi para korban. Kampung KB hari itu bukan hanya dipenuhi asap, tetapi juga tangis dan doa, berharap dari abu yang tersisa akan tumbuh kembali harapan untuk membangun kehidupan yang baru.


lp.As.Mappasomba

sambar id bulukumba

Lebih baru Lebih lama