Rutan Baturaja Laksanakan Giat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan Berbasis Pesantren

Sambar.id, Baturaja, Humas Rubaraja - Suasana di Rutan Kelas IIB Baturaja belakangan ini terasa berbeda. Sayup-sayup lantunan ayat suci Al-Qur’an dan diskusi kitab kuning kini menjadi "musik" harian yang menghiasi setiap sudut selasar rutan. pada Kamis (26/03/2026).


Di bawah naungan kubah masjid rutan tersebut, sebuah program revolusioner bertajuk Pembinaan Kerohanian Berbasis Pesantren resmi digulirkan secara intensif. Langkah ini diharapkan dapat membasuh masa lalu yang kurang baik dengan ilmu agama yang terukur dan berjenjang.


Masjid Baitul Ghafur kini beralih fungsi setiap harinya menjadi ruang kelas yang hidup. Warga binaan tidak lagi sekadar duduk mendengarkan ceramah satu arah. Mereka dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil atau halaqah berdasarkan tingkat.


Yang membedakan program ini dengan pembinaan biasa adalah penekanan pada Adabul 'Alim wal Muta'allim (etika guru dan murid). Warga binaan diajarkan untuk saling menghargai, menjaga kebersihan masjid, dan disiplin waktu shalat berjamaah.

"Dulu kaki saya melangkah ke sini dengan berat hati karena hukuman. Sekarang, setiap azan berkumandang, kaki saya justru ingin cepat-cepat ke Baitul Ghafur. Ada ketenangan yang tidak bisa dibeli dengan uang," ungkap salah satu warga binaan.


Program berbasis pesantren ini melibatkan tenaga pengajar mumpuni dari kalangan internal. Harapannya, ketika masa hukuman berakhir, mereka juga membawa "ijazah" moral yang kuat untuk kembali diterima oleh masyarakat.


Rutan Baturaja melalui Masjid Baitul Ghafur telah membuktikan bahwa ruang sempit bukan penghalang bagi luasnya pintu taubat. Dari balik terali besi, kini lahir generasi baru yang siap melangkah dengan kepala tegak dan hati yang diterangi cahaya iman.


Amelia

Lebih baru Lebih lama