Sambar.id Bulukumba — Kondisi kawasan Stadion Mini Bulukumba belakangan ini menjadi perhatian masyarakat. Area yang seharusnya menjadi pusat aktivitas olahraga dan ruang publik dinilai mulai kurang tertata, terutama dengan adanya bangunan bekas warkop, kafe, serta sejumlah bangunan yang sudah tidak difungsikan di sekitar halaman stadion.
Sejumlah warga mengkhawatirkan keberadaan bangunan tersebut berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, beberapa bangunan dilaporkan telah dihuni oleh pendatang di luar wilayah setempat.
“Jangan sampai bangunan kosong ini dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi sudah ada yang menempati dari luar warga sekitar,” ujar salah satu warga yang sering berada di kawasan stadion.
Keluhan serupa juga datang dari para pengunjung yang rutin berolahraga, seperti jogging dan aktivitas fisik lainnya. Mereka berharap kawasan stadion dapat ditata ulang agar lebih bersih, rapi, dan nyaman.
“Sebagai fasilitas olahraga di tengah kota, stadion ini seharusnya terlihat tertib dan terawat. Saat ini masih ada beberapa titik yang tampak kurang terurus,” ungkap seorang pengunjung.
Selain itu, penataan area parkir juga menjadi sorotan. Warga menilai kapasitas parkir perlu diperluas dan diatur dengan baik guna menghindari kemacetan di ruas jalan sekitar stadion.
Di sisi lain, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) juga dinilai perlu penataan yang lebih terorganisir. Masyarakat berharap aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengurangi estetika serta fungsi utama stadion sebagai sarana olahraga publik.
Menanggapi kondisi tersebut, warga berharap Pemerintah Daerah Bulukumba bersama instansi terkait, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja, dapat turun langsung melakukan evaluasi serta penertiban kawasan.
Stadion Mini Bulukumba sendiri diharapkan dapat menjadi ikon olahraga daerah yang bersih, nyaman, dan representatif. Penataan yang optimal juga dinilai penting dalam mendukung wajah kota serta upaya meraih penghargaan kebersihan seperti Adipura.
Meski demikian, warga menegaskan bahwa aspirasi ini merupakan bentuk kepedulian dan kritik yang bersifat membangun.
“Kami hanya ingin stadion ini menjadi lebih baik ke depannya, sebagai kebanggaan masyarakat Bulukumba,” tutup salah satu pemerhati olahraga.
Sambar id bulukumba(Bur21/ASM)






.jpg)
.jpg)





