Sambar.id Makassar Bulukumba 24/04/26– Target juara bukan sekadar wacana. Pengurus ORADO Sulawesi Selatan resmi melepas kontingen atlet domino menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Domino 2026 di Bogor, Jawa Barat, dengan satu misi: pulang membawa prestasi.
Pelepasan dilakukan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Rabu (23/4/2026). Suasana keberangkatan tampak penuh keyakinan, sekaligus menjadi titik awal pembuktian kemampuan atlet Sulsel di level nasional.
Sorotan tertuju pada atlet junior asal Kabupaten Bulukumba yang digadang-gadang menjadi kunci perolehan medali. Mereka datang bukan sekadar meramaikan kompetisi, tetapi membawa beban ekspektasi sebagai calon juara.
Sekretaris ORADO Bulukumba, Andi Saiful Ishak, secara terbuka memasang target tinggi. Ia menegaskan, kontingen yang berangkat bukan tanpa persiapan.
“Ini bukan sekadar ikut. Kami datang untuk menang. Atlet junior Bulukumba siap membawa pulang gelar untuk Sulsel,” tegasnya di sela pelepasan.
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Pasca Kejurprov Sulsel, para atlet disebut telah digembleng dengan persiapan intensif—mulai dari penguatan strategi hingga pematangan mental bertanding.
Official sekaligus pelatih, Andi Batara, bahkan lebih lugas. Ia menyebut capaian juara di tingkat provinsi menjadi legitimasi bahwa anak asuhnya layak bersaing di panggung nasional.
“Modal kami jelas: mental juara. Tinggal bagaimana mereka membuktikan di meja pertandingan,” ujarnya.
Selama sepekan terakhir, para atlet menjalani pemusatan latihan dengan fokus pada variasi permainan, ketahanan tekanan, dan strategi membaca lawan—faktor krusial dalam permainan domino kompetitif.
Kejurnas Domino ORADO 2026 akan berlangsung pada 24–27 April di Bogor. Sulawesi Selatan turun di dua kategori, junior dan senior. Untuk kategori junior, Bulukumba mengirim tiga atlet putra terbaiknya—yang kini diposisikan sebagai ujung tombak harapan.
Di tengah ketatnya persaingan nasional, satu hal menjadi taruhan: nama daerah. ORADO Sulsel menuntut lebih dari sekadar partisipasi—mereka menuntut hasil.
Kini, semua bergantung pada satu hal: apakah optimisme itu akan berbuah gelar, atau justru menjadi tekanan di meja pertandingan.
A.bataraASM77






.jpg)



