Sambar.id Opini|| Bukan sekadar titik di peta Kabupaten Bulukumba. Ia adalah rumah bagi warisan dunia pinisi, bentang pantai yang menenangkan, dan tanah subur yang menyimpan harapan. Menjaga marwah itu tidak cukup dengan niat baik—ia butuh kerja kolektif yang nyata dan terukur.
Hari ini, seluruh OPD dituntut bergerak dalam satu irama. Tidak ada lagi ego sektoral, tidak ada lagi budaya saling menunggu. Dinas Pendidikan, Kesehatan, hingga PUPR harus memainkan nada yang sama: menghadirkan Bulukumba yang maju, sejahtera, dan bermartabat.
Seirama bukan sekadar slogan. Seirama berarti sinkron, efisien, dan bertanggung jawab. Pertanian harus mampu meningkatkan produksi, Perdagangan membuka akses pasar. Pariwisata mendatangkan tamu, Lingkungan Hidup memastikan kebersihan tetap terjaga. Inilah orkestra pembangunan—di mana setiap peran menentukan kualitas hasil akhir.
Arah sudah jelas. Kepemimpinan daerah telah memberi komando. Kini saatnya ASN dan OPD membuktikan kapasitas. Cepat bukan berarti ceroboh, tertib bukan berarti lamban. Inovasi bukan pilihan, tapi keharusan. Targetnya konkret: infrastruktur layak, layanan kesehatan sigap, pendidikan berkualitas, ekonomi tumbuh, dan kesejahteraan dirasakan.
Bulukumba tidak akan besar karena pencitraan. Ia akan besar karena kerja nyata yang bisa dilihat dan dirasakan. Kinerja bukan angka di atas kertas, melainkan perubahan di tengah masyarakat.
Di titik ini, kritik harus ditempatkan sebagai energi. Masyarakat, media, dan aktivis bukan lawan, melainkan pengingat. Mereka adalah alarm ketika arah mulai melenceng. Mengabaikan kritik sama saja mematikan sistem kontrol dalam pemerintahan.
Saatnya berhenti menjadi OPD yang hanya rapi di laporan namun kosong di lapangan. Hentikan budaya seremonial tanpa hasil. Jangan alergi terhadap kritik, dan jangan berlindung di balik alasan.
Seluruh kecamatan harus bergerak dalam satu frekuensi. Rakyat tidak butuh janji—rakyat butuh kehadiran, kerja nyata, dan keberanian mendengar.
Ini momentum.
Bukan untuk terlihat bekerja, tapi benar-benar bekerja.
Jika semua bergerak seirama, maka Bulukumba bukan hanya maju—ia bisa menjadi rujukan bagi kabupaten lain di Sulawesi Selatan.
Bulukumba tidak kekurangan potensi.Yang dibutuhkan hanyalah keseriusan untuk bergerak bersama.
Opini :zainal Arifin dg boko
we❤Bulukumba






.jpg)



