Bupati dan Wabup OKU Canangkan Desa Cantik 2026, Dorong Pengelolaan Data Akurat

Sambar.id, OKU |

Baturaja – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) secara resmi mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKU, pada Senin (6/4/2026).

 

Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd. didampingi Wakil Bupati OKU Ir. H. Marjito Bachri, S.T., memimpin langsung acara pencanangan tersebut. Hadir pula Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan Moh. Wahyu Yulianto, Kepala BPS OKU Anugerahani Prasetyowati, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

 

Dalam kesempatan ini, ditetapkan tiga desa yang akan mendapatkan pembinaan intensif, yaitu Desa Batumarta II dan Desa Marta Jaya (Kecamatan Lubuk Raja), serta Desa Pandan Dulang (Kecamatan Semidang Aji). Pencanangan ditandai dengan penekanan layar simbolis secara bersama-sama.

 

Wakil Bupati OKU, Marjito Bachri, mengajak seluruh pihak untuk mendukung penuh program ini demi tersedianya data yang valid.

"Kepada OPD terkait, Camat, dan Kepala Desa, ayo kito sama-sama support BPS. Berikan data yang akurat dan sesungguhnya agar pembinaan Desa Cantik ini bisa berjalan sesuai harapan," ujar Marjito dalam sambutannya.

 

Ia menegaskan, data statistik yang baik menjadi dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, sehingga program prioritas dapat berjalan efektif dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

 

Marjito juga mengapresiasi capaian tahun sebelumnya, di mana Desa Lubuk Batang Baru berhasil menyandang predikat Desa Cantik tingkat Nasional. Hal ini menjadi motivasi bagi tiga desa yang terpilih tahun ini untuk menorehkan prestasi serupa.

 

"Saya yakin para Kades di OKU ini hebat-hebat semua. Semoga ini bisa memacu desa lain untuk ikut berprestasi," tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala BPS OKU Anugerahani Prasetyowati menjelaskan bahwa pemilihan ketiga desa tersebut telah melalui proses verifikasi sesuai petunjuk pusat. Tahun ini, BPS OKU mendapat amanah untuk membina tiga desa.

 

"Kita akan melakukan pembinaan secara intens. Target utamanya bukan hanya soal kompetisi, tapi bagaimana aparatur desa bisa paham dan mampu mengelola data dengan baik di tingkat desa," jelasnya.

 

Diharapkan melalui program Desa Cantik, tata kelola pemerintahan di desa semakin profesional dan berbasis data yang akurat.

 

(TIM)

Lebih baru Lebih lama