Bupati Donggala Pimpin Panen Raya di Siboang, Tegaskan Pertanian Jadi Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal


Sambar.id Donggala — Bupati Donggala Vera Elena Laruni memimpin Gerakan Panen Raya Padi Sawah di Desa Siboang, Kecamatan Sojol, Rabu (15/04/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka mendukung program ketahanan pangan daerah dan swasembada pangan nasional 2026 ini dihadiri ratusan petani, unsur pemerintah daerah, dan legislatif.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Donggala Dr. Mohamad Yasin, S.E., M.M. bersama Wakil Ketua I dan II serta sejumlah anggota DPRD, seluruh pimpinan perangkat daerah lingkup Kabupaten Donggala, Camat Sojol beserta seluruh kepala desa se-Kecamatan Sojol, serta perwakilan Kapolres Donggala dan Dandim 1306/Kota Palu.


Ketua DPRD, Dr. Mohamad Yasin, S.E., M.M dalam sambutannya mendorong agar kedepannya hasil panen petani Sojol dapat diserap langsung oleh Bulog dan BUMDes tanpa melalui tengkulak. "Gabah Bapak Ibu harus dibeli dengan harga yang bagus. Kami akan dorong Bulog dan BUMDes beli langsung ke petani, jangan lewat tengkulak yang main harga," katanya.


Yasin juga menyampaikan komitmen DPRD untuk mengawal anggaran irigasi, distribusi pupuk bersubsidi, serta mendorong hilirisasi beras Siboang agar memiliki nilai tambah di tingkat desa. Ia menghitung, dengan potensi lahan sekitar 800 hektare dan dua kali musim tanam per tahun, nilai panen petani Sojol berpotensi melampaui Rp100 miliar per tahun apabila didukung alat mesin pertanian yang memadai.


Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, SE dalam sambutannya mengakui pemerintah daerah tengah menghadapi tekanan fiskal akibat pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) yang mengakibatkan sejumlah pos anggaran dipangkas, mulai dari tunjangan kinerja ASN, honorarium kegiatan, hingga biaya operasional bupati dan wakil bupati.


"Ini bukan keputusan yang mudah. Namun ini adalah keputusan yang harus kita ambil, karena kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran daerah benar-benar kembali kepada rakyat," ujar Bupati.


Ia menyebutkan anggaran daerah difokuskan pada empat prioritas utama: pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan, termasuk penanganan dampak bencana alam yang berlanjut dari 2025 hingga awal tahun 2026 ini.


Selanjutnya, Bupati menegaskan pentingnya Kecamatan Sojol sebagai salah satu penyangga pangan Donggala. Desa Siboang sendiri memiliki luas sawah 753,8 hektare dengan produktivitas empat hingga lima ton per hektare. 


Total luas sawah Kecamatan Sojol mencapai 2.633,49 hektare dengan kapasitas produksi 13.167 ton per hektare. Pada April 2026 ini, sekitar 1.467 hektare lahan di Kecamatan Sojol memasuki masa panen dan diperkirakan menghasilkan 2.445 ton beras.

Kemudian Bupati Donggala juga turut memaparkan sejumlah tantangan sektor pertanian di Kabupaten Donggala yang masih harus diselesaikan. Data survei ekonomi pertanian 2024 mencatat lahan pertanian Donggala menyusut 14,65 persen, tertinggi di Sulawesi Tengah. Lebih dari 50 persen petani masih kesulitan mengakses sarana produksi, dan distribusi pupuk bersubsidi belum merata.


Olehnya Bupati mengungkapkan sejumlah langkah konkret yang akan terus didorong oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala untuk dapat memastikan sektor pertanian di Kabupaten Donggala dapat memberikan dampak postif bagi kemajuan daerah yakni dengan melindungi lahan pertanian produktif agar tidak terus berkurang, memperbaiki distribusi pupuk dan sarana produksi, mendorong pengolahan hasil pertanian di tingkat desa agar memberikan nilai tambah, serta memastikan Donggala berperan aktif dalam mendukung swasembada pangan nasional 2026.


Bupati Donggala juga turut menyinggung persoalan yang sudah lama terjadi yang mana selama ini hasil pertanian Donggala banyak keluar dari desa dalam bentuk mentah, lalu kembali dalam wujud produk jadi dengan harga yang jauh lebih tinggi. 


Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong pengolahan hasil pertanian di tingkat desa, melalui hilirisasi agar nilai tambah tidak lagi keluar dari Donggala dalam bentuk bahan mentah. 


"Ke depan, kita ingin nilai tambah itu tetap berada di Donggala dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kita," tegasnya. 


Kita tidak ingin petani Donggala hanya kuat bertahan. Kita ingin petani Donggala benar-benar sejahtera," tambahnya lagi. Seluruh ikhtiar ini, jelas Bupati, merupakan bagian dari perjalanan menuju visi yang ia usung: Donggala Sejahtera, Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.


Pada akhir kegiatan, Bupati juga menyerahkan bantuan alat mesin pertanian berupa tiga unit alsintan berupa alat bajak troler maxibimo tiga unit kepada kelompok tani Desa Siboang Kecamatan Sojol.(Abubakar) 

Lebih baru Lebih lama