SAMBAR.ID | SUKABUMI – Kondisi gedung Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Wilayah Palabuhanratu sangat memprihatinkan. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat pelayanan administrasi vital ini justru kondisinya jauh dari kata layak, bahkan menyeramkan.
Kepala UPTD Dukcapil Palabuhanratu, Dudi Iskandar, membeberkan keluh kesahnya. Ia berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, segera menyalurkan perhatian khusus untuk merehab atau membangun gedung baru.
"Gedung ini sudah sangat tidak layak huni. Padahal kami melayani ribuan masyarakat. Kami berharap segera dibangun ulang agar bisa memberikan pelayanan yang prima dan nyaman," ujar Dudi. Sabtu (11/4/2026)
Yang menjadi sorotan utama, kondisi bangunan yang reyot dan banyak celah ini justru menjadi jalan masuk bagi hewan liar.
"Bayangkan saja, karena bangunan sudah rusak, tidak jarang ular bahkan biawak masuk dengan leluasa ke dalam area kantor. Ini sangat membahayakan petugas dan masyarakat yang berurusan," ungkapnya.
Belum lagi saat musim hujan tiba. Atap yang bocor di mana-mana membuat suasana kerja semakin tidak kondusif.
Kekhawatiran terbesar bukan hanya soal kenyamanan, melainkan keselamatan data. Dudi mengakui bahwa ribuan dokumen dan arsip kependudukan yang tersimpan sangat berisiko rusak terkena air.
"Saya sangat khawatir dengan arsip-arsip penting yang ada di sini. Karena genting bocor, air hujan merembes dan membasahi dokumen. Jika ini dibiarkan, data kependudukan masyarakat bisa rusak dan hilang, padahal ini aset negara yang sangat berharga," tegasnya.
Kondisi ini pun mendapat perhatian serius dari warga. Salah satu masyarakat, Anggi, berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi ini.
"Sangat disayangkan pelayanan publik yang penting seperti ini fasilitasnya buruk. Saya berharap pemerintah segera bertindak, membangun gedung yang layak demi kenyamanan bersama," pungkas Anggi.
(Hans)









.jpg)



