Sambar.id Opini || Di Bulukumba pembangunan bukan sekadar kerja fisik—ia juga membuka tabir watak. Setiap proyek dimulai—dari Gedung Phinisi, Pantai Merpati, Pasar Sentral Bulukumba, hingga Gedung Ammatoa—suara penolakan selalu hadir lebih cepat daripada hasilnya.
Nada mereka nyaring, argumennya terdengar meyakinkan. Seolah-olah setiap langkah pembangunan adalah kesalahan fatal. Namun waktu membuktikan sesuatu yang tak bisa disangkal.
Keras di Awal, Akrab di Akhir
Begitu pembangunan selesai, realita berbicara tanpa perlu dibela:
Yang dulu mencibir, kini hadir berfoto.
Yang dulu menolak, kini ikut menikmati.
Yang dulu meragukan, kini menjadi bagian dari keramaian.
Tanpa banyak kata, fakta menjawab semuanya.
Kritik atau Sentimen?
Kritik itu penting bahkan diperlukan. Tapi kritik yang kehilangan objektivitas hanya akan menjadi gema kosong.
Ketika setiap kebijakan selalu salah, bukan karena substansi, tetapi karena siapa yang menjalankan—maka yang terjadi bukan lagi kontrol sosial, melainkan bias yang dipelihara.
Di sinilah publik bisa menilai dengan jernih:
Apakah ini murni kepedulian, atau sekadar bayang-bayang dari masa lalu yang belum selesai?
Kerja Nyata Tak Perlu Banyak Pembelaan
Di bawah kepemimpinan Andi Utta,Andi edi , satu hal yang sulit dibantah adalah perubahan yang terlihat dan terasa. Infrastruktur berdiri, ruang publik hidup, dan ekonomi bergerak.
Kerja nyata punya satu kelebihan:
Ia tidak perlu berdebat panjang untuk membuktikan dirinya.
Elegan dalam Menyikapi
Tidak semua suara harus dilawan, dan tidak semua kritik harus dibungkam. Tapi publik hari ini semakin cerdas—mereka melihat, merasakan, lalu menyimpulkan sendiri.
Dan kesimpulan itu sederhana:
Apa yang dulu diragukan, kini menjadi kebanggaan bersama.
Penutup
Silakan mengkritik—itu hak.
Silakan berbeda—itu wajar.
Namun jangan lupa satu hal:
Sejarah selalu berpihak pada hasil, bukan pada suara paling keras.
Dan di Bulukumba hari ini, hasil itu sudah berdiri tegak—
dinikmati oleh semua, termasuk mereka yang dulu paling lantang menolak.
A. SYARIF PALANGISANG ✍️






.jpg)



