Pemprov Sulteng Perkuat Kolaborasi dengan APINDO Dorong Iklim Usaha Kompetitif

GUBERNUR SULTENG melalui Kepala Perindag, Richard A. Djanggola saat membuka Raker dan Konsultasi Provinsi APINDO Sulteng /F-Adpim Pemprov Sulteng 


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong penguatan kolaborasi dengan APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) guna menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berdaya saing.


Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Richard A. Djanggola saat membuka Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi APINDO Sulteng di Aula Millenium Gym, Sabtu (25/4/2026).


Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam menjawab tantangan dunia usaha yang semakin dinamis. Momentum rapat kerja ini diharapkan mampu melahirkan program-program organisasi yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Mari kita jadikan momentum rapat kerja dan konsultasi provinsi ini sebagai titik awal untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam membangun Sulawesi Tengah dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua APINDO Sulteng, Wijaya Chandra, menyampaikan harapannya agar rapat kerja dan konsultasi provinsi pertama ini dapat memperkuat struktur organisasi sekaligus mendorong iklim usaha yang lebih kompetitif melalui program-program transformatif.


Ia juga mengungkapkan bahwa dalam satu tahun terakhir, APINDO Sulteng telah melaksanakan sebanyak 59 kegiatan organisasi. Kinerja tersebut mendapat apresiasi dari pengurus pusat yang menilai APINDO Sulteng sebagai salah satu daerah teraktif di Indonesia.




Selain itu, berbagai program APINDO difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal, salah satunya melalui program “APINDO Mengajar”. 


Program ini bertujuan mencetak tenaga kerja yang siap kerja dan berdaya saing tinggi dengan melibatkan pengusaha sebagai mentor yang berbagi pengalaman dan wawasan kewirausahaan.


“Tidak ada yang langsung jadi pengusaha, semua harus berusaha dari nol baru jadi pengusaha,” tegas Wijaya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Sulteng Hasan Patongai, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dony Kurnia Budjang, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Sulteng Agus Triyana, serta sejumlah mitra terkait.**

Lebih baru Lebih lama