Sambar.id, JABAR |
Bekasi - Kecelakaan maut yang melibatkan taksi listrik, KRL Commuter Line, dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tragis ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Mobil Mogok
Peristiwa bermula saat satu unit taksi listrik dilaporkan mogok di tengah perlintasan sebidang Bulak Kapal. KRL Commuter Line relasi Bekasi-Cikarang yang sedang melintas tidak sempat menghindar, sehingga menghantam taksi tersebut hingga ringsek.
Akibat benturan pertama, rangkaian KRL berhenti total tepat sebelum memasuki Stasiun Bekasi Timur untuk pengecekan jalur. Namun, saat KRL sedang tertahan selama kurang lebih 10 menit, muncul rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang. Diduga karena kegagalan pengereman, KA Argo Bromo Anggrek menghantam keras bagian belakang KRL yang sedang berhenti.
"Suaranya sangat keras, benturannya terasa sampai radius 500 meter," ujar Ketua RW 005 Duren Jaya, Cecep Supriadi, di lokasi kejadian.
Evakuasi Mencekam dan Korban Jiwa
Pantauan di lokasi menunjukkan situasi mencekam di sepanjang perlintasan. Debu dan serpihan material kereta memenuhi area peron. Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 00.00 WIB, petugas gabungan dari PT KAI, Kepolisian, TNI, Basarnas, dan tim medis masih berupaya mengevakuasi korban yang terjepit di dalam gerbong.
Berikut data terkini mengenai korban dan dampak kerusakan:
• Korban Jiwa: 4 orang dinyatakan meninggal dunia.
• Korban Luka: 38 penumpang KRL dilarikan ke RSUD Kota Bekasi, RS Primaya Bekasi Timur, RS Mitra Plumbon Cibitung, dan RS Bella Bekasi.
• Penumpang Selamat: 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
• Kerusakan Armada: Satu gerbong belakang KRL ringsek parah (melesat ke peron), sementara lokomotif KA Argo Bromo Anggrek mengalami kerusakan berat di bagian depan.
Penjelasan PT KAI dan Penyesuaian Operasi
Vice President Communication PT KAI, Anne Purba, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan evakuasi penumpang.
"Kami fokuskan pada evakuasi penumpang terlebih dahulu. Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia berjumlah empat orang," ungkap Anne.
Imbas kecelakaan ini, PT KAI membatalkan 9 perjalanan kereta api jarak jauh pada tanggal 27 dan 28 April 2026, di antaranya:
1.KA Argo Muria
2.KA Argo Sindoro
3.KA Parahyangan
4.KA Gunungjati
5.KA Madiun Jaya
6.KA Purwojaya
Informasi Publik: Bagi masyarakat yang mencari informasi anggota keluarga, PT KAI telah membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur atau dapat menghubungi Contact Center 121. Saat ini, KNKT sedang menyelidiki adanya dugaan kegagalan sistem persinyalan.
Narasumber: Vice President Communication PT KAI, Anne Purba
Laporan: Tim Redaksi
(sbr_id/Red)







.jpg)



