BRIZZI Hadir di Rutan Baturaja: Langkah Modern Wujudkan Lingkungan Aman, Transparan, dan Bebas Uang Tunai


Sambar.id BATURAJA, Humas Rubaraja – Transformasi tata kelola dan modernisasi layanan di lingkungan pemasyarakatan terus digenjot secara nyata dan berkelanjutan. 


Sebagai langkah strategis meningkatkan keamanan, ketertiban, dan kemudahan transaksi ekonomi, Bank Rakyat Indonesia (BRI) secara resmi menyalurkan bantuan serta menerapkan penggunaan kartu BRIZZI bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Baturaja. Penerapan sistem ini mulai berjalan efektif pada Rabu (13/05/2026).

 

Inovasi ini menjadi tonggak penting dalam komitmen Rutan Baturaja mewujudkan ekosistem "Zero Halinar" — sebuah zona bebas dari peredaran Handphone, praktik Pungutan Liar, dan penyalahgunaan Narkoba. 


Salah satu kunci utama keberhasilan program ini adalah pemutusan aliran peredaran uang tunai fisik di dalam blok hunian, yang selama ini kerap menjadi celah utama terjadinya pelanggaran, konflik antar warga, hingga jalan masuknya barang-barang terlarang.

 

Dengan berlakunya sistem baru ini, seluruh aktivitas jual-beli di kantin maupun koperasi lingkungan Rutan kini telah beralih sepenuhnya ke mekanisme pembayaran digital berbasis kartu BRIZZI. Langkah cerdas ini menghadirkan berbagai manfaat positif, antara lain:

- Meminimalkan risiko pencurian, kehilangan, atau sengketa yang berkaitan dengan kepemilikan uang tunai antarwarga binaan;

- Setiap transaksi terekam secara sistematis, transparan, dan akuntabel, sehingga sangat memudahkan pemantauan serta pengawasan ketat oleh pihak petugas;

- Memberikan kemudahan bagi keluarga warga binaan untuk melakukan pengisian saldo (top-up) kapan saja melalui jaringan ATM, mobile banking, maupun agen BRILink yang tersebar luas di masyarakat.

 

Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih mendalam kepada pihak BRI atas dukungan teknologi dan fasilitas yang telah diberikan. Menurutnya, bantuan ini adalah solusi tepat sasaran dalam mengelola kebutuhan harian warga binaan tanpa lagi melibatkan uang kartal secara fisik.

 

"Penerapan transaksi non-tunai ini adalah bukti nyata transformasi digital yang kami bangun dan jalankan. Selain jauh lebih praktis dan aman, sistem ini sangat efektif untuk menutup celah segala bentuk praktik pungutan liar, menjaga ketertiban, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, tertib, dan bermartabat," tegas Fitri Yady.

 

Kolaborasi strategis ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berfokus pada pemulihan kepribadian dan peningkatan kemandirian, tetapi juga menghadirkan sistem manajemen yang modern, transparan, dan berbasis teknologi. 


Semua ini dilakukan demi mendukung tujuan utama pemasyarakatan yang lebih baik, berintegritas, dan sesuai tuntutan zaman.

 

(Amel)

Lebih baru Lebih lama