‘Bunda’ Gantikan Anaknya Jadi Ratu Sabu di Desa Tada Si Lutung, Warga Tak Tenang

Nama 'Bunda' kini menjadi sosok sangat dikenal sekaligus ditakuti warga di Desa Tada Si Lutung, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo/F-IST.


Sambar.Id, Parimo, Sulteng - Nama 'Bunda' kini menjadi sosok yang sangat dikenal sekaligus ditakuti warga di Desa Tada Si Lutung, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jum'at (08/5/2026).


Wanita paruh baya ini diketahui menjadi aktor utama dan pengendali jaringan peredaran narkoba jenis sabu di wilayah tersebut, menggantikan posisi kedua anak kandungnya yang sebelumnya telah diamankan aparat hukum.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jaringan ini sebenarnya sudah beroperasi sekitar tiga tahun terakhir. Awalnya, yang memegang kendali penuh adalah dua putra kandung 'Bunda', yaitu Arjun dan Aril. Namun setelah keduanya ditangkap pihak kepolisian beberapa waktu lalu, 'Bunda' tidak menghentikan aktivitas haram tersebut. 


Ia justru mengambil alih sepenuhnya kepemimpinan jaringan, berkerja sama dengan anak mantunya untuk tetap menjalankan bisnis gelap yang meresahkan masyarakat itu.

 

Modus operandi yang diterapkan jaringan pimpinan 'Bunda' ini terbilang terstruktur dan berani. Pasokan barang bukti narkoba didatangkan secara rutin dari Kelurahan Kayumalue, Kota Palu.


Usai sampai di Desa Tada Si 

Lutung, barang tersebut akan dikemas ulang, disimpan di tempat persembunyian yang sudah disiapkan, lalu diedarkan dan dijual langsung kepada pembeli, baik dari warga setempat maupun dari wilayah sekitar kecamatan.

 

Yang membuat warga semakin geram dan tidak tenang adalah keberanian 'Bunda' dan rekan-rekannya beroperasi secara terang-terangan. Transaksi jual beli kerap dilakukan di tempat umum, bahkan mereka bergerak bebas di tengah masyarakat seolah kebal hukum. Padahal, hampir seluruh warga desa mengetahui siapa sosok 'Bunda' dan apa kegiatan yang ia lakukan setiap harinya.

 

Akibat peredaran narkoba yang makin merajalela di bawah kendali 'Bunda', dampak buruk mulai terasa nyata bagi lingkungan sekitar. Banyak pemuda dan remaja di desa tersebut yang terjerumus menjadi pengguna, hingga berujung putus sekolah, kehilangan pekerjaan, masa depan yang hancur.


Bahkan tidak sedikit yang terlibat dalam tindak kriminalitas lain demi memenuhi kebutuhan membeli barang haram. Nilai moral dan ketertiban masyarakat pun perlahan memburuk.

 

Hingga berita ini diturunkan, sosok 'Bunda' beserta anak mantunya yang menjadi tangan kanan utama belum berhasil diamankan oleh aparat kepolisian. 


Warga berharap pihak berwenang segera menindak tegas dan membongkar tuntas jaringan ini, agar Desa Tada Si Lutung kembali aman, kondusif, dan terbebas dari jeratan narkoba yang merusak generasi muda.***

Lebih baru Lebih lama